Misalnya soal Sigale-gale yang selalu dijadikan sajian saat wisatawan datang. Wisatawan bisa menortor, dengan patung Sigale-gale yang digerakkan dengan tali.
“Kalau Bapak punya waktu bisa menari bersama di sini, Pak,” ujar Gading disambut senyuman Jokowi.
Tak sampai di situ, Jokowi dan Iriana juga ditunjukkan batu persidangan. Konon batu itu adalah tempat musyawarah untuk bermusyawarah menentukan kebijakan. Baik itu hukuman ataupun pengumuman kerajaan.
Jokowi dipersilahkan duduk. Gading kemudian menjelaskan jika batu itu juga digunakan untuk menentukan hukuman orang yang bersalah.
“Ada tiga jenis persidangan. Mulai dari tindak pidana ringan misalnya mencuri, tindak pidana umum, hingga yang terberat adalah membunuh. Orang yang melakukan pembunuhan, mengganggu keamanan kerajaan harus dihukum penggal,” kata Gading.
Mendengar penjelasan itu, Jokowi tercengang. Ekspresinya menunjukkan rasa kaget dan penasaran.
Dalam kesempatan itu, Gading yang juga mantan teknisi peswat terbang berharap wisata Huta Siallagan semakin populer. Apalagi Jokowi dan para menterinya sudah berkunjung ke sana.
Dia juga berharap wisata Huta Siallagan dibenahi. Agar pengunjung lebih banyak yang hadir.
“Saya berharap pemerintah melihat ke bawah, tanya, dan kerjakan. Kalau mereka sudah datang dan melihat, harus dilakukan. Jangan sampai nggak dilakukan. Nanti Pak Jokowi marah,” pungkasnya. (*)


Discussion about this post