Getol melaporkan maling sawit ke Pihak Kepolisian, kali ini pihak Perkebunan PTPN III Kebun Bangun malah enggan melaporkan karyawan yang terkena musibah kecelakaan kerja.
Hal ini diungkapkan, Sun (43) Warga Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, kepada awak media, Rabu (17/10) sekira pukul 10.00 WIB, terkait terkaparnya seorang karyawan panen karena kesetrum arus listrik PLN bertegangan tinggi.
“Kalau maling sawit cepat kali pihak PTPN Kebun Bangun melaporkan ke polisi, tetapi jika karyawan mengalami kecelakaan kerja, mana mau mereka bang. Pasalnya, korban pasti tidak mengenakan peralatan keamanan standard perusahaan. Kalau ditelusuri, anggaran dana perkebunan untuk perlengkapan peralatan pengaman karyawan lumayan besar, pasti takut mereka jadi temuan,”ungkap Sun.
Diketahui dari keluarganya Andy (43), Korban bernama Muhammad Rizky alias Kicek (27) Warga Nagori Margomulio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.
“Korban bernama Rizky alias Kicek. Saat ini dia dalam perawatan intensif bang di Rumah Sakit Perkebunan Sri Pamela Kabupaten Serdang Bedagai,”.
Katanya pada awak media saat dihubungi melalui handphone seluler.
Informasi yang di himpun awak media, Rabu (17/10), Rizki berangkat ke lahan perkebunan Kelapa Sawit Milik PTPN III Kebun Bangun di Afdeling Tiga, Nagori Silau Malela, Kecamatan Gunung Malela untuk memanen kelapa sawit, sekira pukul 08.00 WIB.
Naas dialami korban, tak kala sedang asyik memanen sawit, tiba tiba ujung egrek menyentuh salah satu kabel PLN bertegangan tinggi. Sontak tubuhnya terlempar sejauh 5 meter hingga mengakibatkan luka bakar pada bahagian telapak kaki dan tangannya.
Rekan korban yang melihat kejadian tersebut bergegas menyelamatkan nyawanya dan segera membawa ke Rumah Sakit Sri Pamela.
Beruntung nyawa korban selamat setelah tim medis melakukan penanganan khusus.
Saat dikonfirmasi awak media tentang peristiwa salah seorang karyawan kesetrum arus listrik PLN bertegangan tinggi, Komandan Pleton Security Perkebunan PTPN III Kebun Bangun, Ucok Damanik membenarkan peristiwa tersebut,
“Benar bang, salah seorang karyawan panen mengalami musibah kesetrum aliran listrik PLN tegangan tinggi. Pihak kepolisian belum tau bang,”Jelasnya.
Di tempat terpisah, ketika di konfirmasi awak media, Rabu (17/10) sekira pukul 15.00 WIB melalui sambungan seluler, pihak Kepolisian Sektor Bangun melalui Kanit Reskrim Ipda Ivan Siregar, belum menerima laporan dari pihak Perkebunan PTPN III Kebun Bangun terkait kejadian seorang karyawan panen mengalami musibah kesetrum listrik PLN tegangan tinggi,
“Tidak ada laporan adanya karyawan mengalami kejadian kesetrum aliran listrik PLN bertegangan tinggi atas nama muhammad rizky. Nanti akan saya telepon ya bang pihak perkebunan PTPN III Kebun Bangun”. “Ujarnya dari seberang telepon saat dihubungi awak media. (Turnip)




Discussion about this post