
Sementara itu, Sekretaris Kota Palu, Asri, SH, menyampaikan, “Kami siapkan acara adat dan budaya di dusun Uventumbu, agar tamu-tamu bisa mengenal budaya kami. Kami sangat senang Vinculos bisa hadir di Sulawesi Tengah, selain untuk mempromosikan wisata alam, ngarai yang dilalui mata air ini ke depannya akan dikembangkan menjadi camping ground dan destinasi ecotourism.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi menyampaikan, “Untuk konser Vinculos kami memberikan 2 lagu khas Sulawesi Tengah yaitu Sampesuvu Roa dan Posisani.” Ansyar menjelaskan bahwa lagu Sampesuvu Roa artinya saudara, keluarga, teman yang ada di Palu.
Sedangkan lagu Posisani artinya saling mengenal. Untuk tamu kami, Ocas, kami suguhkan pengalaman makan adat, Pora Binangga Kuala, Mompakoni (Permohonan kepada leluhur agar hujan datang) serta memperlihatkan permainan traditional Ni Sopu, menyumpit, dan silat tradisional, sebaliknya masyarakat kami bisa menikmati konser orkestra yang dibawakan dengan sangat interaktif.
Direktur sekaligus konduktor orkestra OCAS, Manuel Vasquez dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa anak-anak selalu menjadi prioritas penonton kami ketika konser didaktik. Kami ahlinya untuk konser didaktik terutama dalam berinteraksi dengan anak-anak, bahkan di Spanyol banyak yang meniru gaya konser kami. Kami ingin semua orang dapat menikmati konser orkestra, tidak hanya di dalam ruangan, tetapi juga dimanapun, di dalam dusun yang terpencil sekalipun.
Dalam lawatan ini, Pablo Albarran, salah satu pemain biola orkestra OCAS mencoba bermain Gimba, alat musik pukul khas Kaili, yang mengiringi sepanjang acara ritual adat. Ia sangat kagum dengan energi yang dimiliki pemain Gimba yang sudah berumur, dia bahkan harus sesekali menahan rasa pegal menabuh bedug tradisional khas Palu itu.




Discussion about this post