Aksi kejahatan dalam suasana Ramadhan 2018 menyambut Lebaran 2018 di wilayah hukum Polsek Siantar Utara terus bergulir di kota Pematangsiantar. Seorang pengedara sepeda motor, , Jumat (25/5) sekira pukul 08.30 WIB di jambret.
Diketahui korban bernama Rayhan Vahlevi (17) alumni SMA YPK dirampok di Jalan Cokro Aminoto, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.
Dalam kasus itu korban yang merupakan warga Jalan KS Tubun, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar sudah membuat pengaduan di SPKT Polsek Siantar Utara.
Saat membuat laporan pengaduan, pihak kepolisian Siantar Utara belum bisa menerima laporan korban secara resmi namun meminta kepada korban untuk melengkapi laporan korban berupa kotak dan kwitansi pembelian handphone miliknya untuk bisa dijadikan laporan resmi kepada pihak kepolisian Polsek Siantar Utara.
Menurut korban kepada wartawan, Jumat (25/5), sekira pukul 17.00 WIB, peristiwa itu berawal saat dirinya selesai bekerja sebagai sirkulasi koran lokal di kota Pematangsiantar mengendarai sepeda motor BK 5934 WM warna merah hitam.
Tiba tiba, korban dipepet dua pria yang mengendarai sepeda motor Metic jenis Honda Vario terbaru tanpa nomor polisi. Salah satu penumpang sepeda motor selaku pengeksekusi berbadan tambun mengenakan kaos warna hijau dan joki sepeda motor berbadan ceking merampas handphone korban. Kedua pelaku mengenakan helm dan langsung tancap gas menuju jalan Tanah Jawa Kelurahan Melayu.
“Pada saat kejadian itu aku dalam perjalanan menuju rumah nenek ku di jalan Tanah Jawa Kelurahan Melayu. Orang yang dibonceng sepeda motor jenis metik yang merampok HP ku. Dari tangan ku dirampok, ketika itu aku sedang berkomunikasi menggunakan telepon seluler, pada posisi kendaraan ku berhenti,”Ungkapnya.
Diduga handphone Merk Asus Zenfone 2 Lasser itu akan dijual pelaku kepada penadahnya. Dalam hal ini, Rayhan minta petugas kepolisian agar menangkap pelaku dan penadahnya.
Menurutnya, apabila ini belum juga ditangkap, niscaya pelakunya terus beraksi karena pasti ada penadah barang curian handphone miliknya. Hingga kini pelakunya masih bebas berkeliaran, ucapnya dengan tarauma meninggalkan Polsek Siantar Utara.
Sementara menurut warga disekitar kejadian, pelaku sempat diteriaki rampok oleh warga sekitar. Namun kedua pelaku berhasil melarikan diri melaju kencang kearah Jalan Tanah Jawa Kelurahan Melayu.
Dan menurut warga Jalan Cokro Aminoto, peristiwa perampokan disekitar jalan Cokro Aminoto bukan pertama kali terjadi, kejadian seperti itu sudah berulang-ulang. Namun pelakunya hingga kini belum pernah diungkap, ucap warga.
Sementara Kapolsek Siantar Utara AKP Z Matondang, ketika dikonfirmasi wartawan pada Jumat sore (25/05) mengatakan laporan korban sudah kita terima. Namun hanya sebatas laporan masyarakat, kita belum bisa menerima secara resmi laporan polisi korban, mengingat kerugian korban Rp 1,2 juta.
“Itu Perma, ketika pelakunya tertangkap, nanti jadi sulit mengajukan kasus seperti itu ke Jaksa, katanya ini Perma,” katanya.
Kembali di pertanyakan wartawan dampak akan semakin banyaknya pelaku jambret terkait jawaban Kapolsek Siantar Utara mengenai Perma, ia menjawab singkat.
“itulah kenyataannya,” jawabnya singkat.(Turnip)


Discussion about this post