Kematian Kristina Gultom(20) Siswi Sekolah Menengah Kejuruan di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara masih memyimpan misteri dan duka bagi kerabat dan keluarga yang ditinggalkan.
Ditemui di Ruang Unit Instalasi Jenazah dan Forensik Rumah Sakit Umum Daerah Dr Djasamen Saragih, Senin (5/8) malam sekitar pukul 23.45 WIB, ayah korban Sardi Gultom (47) menuturkan bahwa saksi mata ada melihat putri sulungnya dibonceng naik sepeda motor oleh pria beranak 5 yang masih bertetangga dengan mereka.
Sardi Gultom mengisahkan, Minggu (4/8) sore sekitar pukul 16.00 WIB anaknya Kristina pergi meninggalkan rumah. Namun saat itu Sardi tak menaruh curiga atau punya firasat apa pun. Ia menuturkan bahwa dirinya mengira hal biasa jika Kristin keluar di hari libur.

“Sekitar jam tiga sore dia pergi, ga ada curiga. Aku pikir dia mau jalan-jalan ke kota,”ujar Sardi
Namun kata Sardi, hingga sore menjelang malam, Kristina tak kunjung kembali. Ia pun menghubungi anaknya lewat telepon selular. Setahu Sardi anaknya pergi membawa handphone.
Dihubungi ke nomor selularnya, Kristina tak menyahut. Sementara handphonenya tak aktif. Sardi yang mengaku pada malam itu sedang sakit, menunggu di rumah. Sedangkan istrinya Br Santuri, pergi memberitahu tetangga tentang anak perempuannya yang tak kunjung pulang.
Namun dari informasi yang diperolehnya dari tetangga, Sabtu sore anaknya Kristin terlihat dibonceng oleh Rinto, pria beranak lima yang masih bertetangga dengan mereka di Dusun Pangguan, Hutapea Banua Rea, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara.
Keesokan harinya, Senin (5/8) pagi seorang tetangga menjemputnya dan mengajaknya untuk mencari Kristin. Dikatakan Sardi, ia merasa tidak tepat jika hanya pergi berdua dan mengajak dua orang tetangga lainnya.
“Pagi datang tetangga, bilang ayok lah kita cari Kristina. Aku bilang ayolah kita ajak yang lain ga mungkin kita dua aja,” beber Sardi.
Selanjutnya mereka berempat melakukan pencarian di sekitar kampung. Sekitar tiga ratus meter dari rumah mereka, tepatnya di perladangan warga ditemukan bra korban tersangkut di dahan pohon coklat.
Setelah mendapat petunjuk tersebut mereka pun melakukan pencarian dan berpencar. Hingga akhirnya Kristin ditemukan tewas dengan kondisi bugil di perladangan.
Mereka pun memutuskan untuk melaporknnya ke Polres Taput. Jenazah Kristin Gultom, anak sulung dari tiga bersaudara itu pun dievakuasi polisi. Demi kepentingan penyidikan, jenazahnya pun dibawa ke Unit Forensik dan Instalasi Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Dr Djasamen Saragih, pada Senin (5/8) malam untuk diautopsi.(vay)


Discussion about this post