Di tengah pandemi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19) madu menjadi salah satu produk yang diincar warga untuk meningkatkan imun tubuh. Di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) ada madu pilihan yang berkualitas.
Madu dengan label Flora Nauli ini berasal dari penangkaran milik Aan Hasanuddin SHut dan istrinya Sabariah Harahap SPd, di Jalan Setia Negara l, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.
Hasanuddin menerangkan, sejak tahun 1993 ia sudah mulai berkecimpung di peternakan lebah penghasil madu. Peternakan milik Hasanuddin menggunakan konsep sederhana dengan memanfaatkan pekarangan depan dan belakang rumahnya.
Masih kata Hasanudin, kini usaha Hasanuddin mampu memproduksi 300 kilogram madu dari 14 spesies lebah yang dibudidayakannya.
Hasanuddin mengaku ia kerap menerima kunjungan dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi yang ingin melakukan penelitian dan belajar membudidayakan lebah.
“Saya lebih dulu membina SDM-nya. Lalu bibit lebah-nya. Bibit lebah bisa kita cari di alam,” katanya.
Menurut Hasanuddin, untuk kali pertama madu bisa dipanen setelah sekitar tiga bulan. Selanjutnya, panen bisa dilakukan setiap bulan.
Untuk memanen madu, Hasanudin menggunakan alat panen yang ia rakit sendiri. Madu, sambungnya, tidak diperas, sehingga tidak merusak sarang lebah.
Untuk kualitas, lanjutnya, ia memilih memanen yang sudah tua. Alasannya, kadar airnya sudah rendah. Sehingga madu bisa tahan lama.
Istri Hasanuddin, Sabariah Harahap menambahkan, dalam sebulan mereka dapat memproduksi sekitar 300 kilogram madu.
“Kita ambil juga dari para petani binaan kita,” tukasnya.
Madu-madu tersebut dipasarkan hingga keluar daerah seperti Jakarta, bahkan ke luar negeri. Awalnya, kata Sabariah, pembeli madu merupakan warga sekitar. Lalu dipasarkan di swalayan, dan melalui online shop.
“Ada juga kawan-kawan yang datang. Bahkan sampai ke Jakarta dan luar Indonesia melalui teman-teman anak saya,” ujar Sabariah.
Hasanuddin berencana memberikan edukasi untuk penelitian yang berguna bagi masyarakat.
Madu produksi Hasanuddin dijual dengan harga bervariasi, Ro35 ribu hingga Rp400 ribu. Bagi yang ingin memmbeli atau bertanya lebih lanjut dapat menghubungi langsung melalui telepon +62 813-6109-5780 (*)




Discussion about this post