Program berbasis boneka tangan sebagai media untuk mencegah terjadinya Post-Traumatic Stress Disorder terhadap anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Baitul Ummah Wal A’mal yang pernah atau bahkan menjadi korban bullying baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sosial yang di gagas Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Dalam kegiatan program kreativitas mahasiswa Skema Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang diketuai oleh Nadhilah Khairina dengan anggota Rani Soraya, Tengku Zaifach Hatta, Mayolla Fransiska Putri dan Baihaqi Septiansyah serta dosen pendamping FISIP UMSU Dr. Sigit hardiyanto, M.I.Kom.
Adapun kegiatan yang dilakukan dengan memberikan reposisi terhadap permainan tradisional sebagai media edukasi pengolahan stres dimasa modern pada anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Baitul Ummah Wal A’Mal, Alamatnya di Jalan Platina VII-B, Kel. Titi Papan Kec. Medan Deli, Senin (04/09/2023).
Ketua tim Program PKM-PM Nadhilah Khairina yang juga merupakan pencetus ide utama dalam program ini menjelaskan, bahwa ide ini muncul dari kepeduliannya terhadap lingkungan anak-anak khususnya di daerah Yayasan Panti Asuhan yang biasa menjadi sarana penampung bagi anak-anak kurang beruntung baik secara fisik, mental maupun finansial.
Atas keyakinannya bahwa hasil dari program narasi KATA yang telah di pertunjukkan dapat memberikan manfaat untuk mereka lebih percaya diri terhadap apa yang mereka miliki. Ia juga sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan ketua Panti Asuhan Yayasan Baitul Ummah wal A’mal.
“Berdasarkan pada banyaknya indikasi perundungan yang terjadi pada lingkungan anak-anak maka kami selaku mahasiswa yang seharusnya menjadi role model dan pembawa pembaharuan kedalam lingkungan masyarakat harus peka terhadap masalah yang sering muncul dikalangan masyarakat, dan berdasarkan fakta di lapangan, memang benar tingkat perundungun (Bullying) yang terjadi dikalangan anak-anak sangatlah besar sehingga kurangnya gairah anak-anak dalam menempuh pendidikannya baik disekolah maupun diluar kelas.” Ujar Nadhilah.
Lebih lanjut Nadhilah menjelaskan “Konsep yang diambil merupakan kegiatan bercerita dengan menggunakan boneka tangan karena melihat dari segi usia pada anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Baitul Ummah Wal A’mal yang berkisar antara 5 sampai 12 tahun. Sehingga konsep ini dinilai lebih efisien untuk diterapkan kepada mereka. Selain itu setiap cerita yang disampaikan juga memiliki pesan tersendiri, dan berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa para anak-anak mampu untuk memahami setiap pesan yang ada. Hal ini juga menjadi bukti bahwa konsep yang diterapkan berjalan dengan baik dan tepat”
Sementara itu ketua yayasan panti asuhan baitul ummah wal amal Bapak Muhammad Amaludin menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa PKM-PM UMSU yang telah melakukan pembinaan terhadap anak-anak panti
”Saya Selaku kepala Yayasan Panti Asuhan Baitul Ummah Wal A’mal sangat berterimakasih kepada mahasiswa dan juga dosen pendamping dari UMSU yang telah melakukan kegiatan/gerakan narasi boneka tangan ini, anak-anak kami sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan dari program ini, disini mereka pastinya juga merasa sangat terhibur dengan kedatangan kakak dan abang serta melalui program ini dapat memberikan manfaat yang besar mereka”, kata Muhammad Amaludin.

