Mengaku malu karena punya anak di luar nikah, NS wanita berusia 18 tahun tega mencekik dan membuang bayi yang baru dilahirkanya. Sementara sang pacar tak mau bertanggung jawab. Kasus itu terungkap pada Sabtu (14/11) oleh Polsek Cibinong Polres Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, SH.,S.I.K.,M.Pict.,M.ISS menyampaikan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penemuan mayat orok di selokan 9 (parit) di Kampung Kramat, Cibinong pada hari Kamis (12/11) lalu.
Bayi malang tersebut ditemukan warga Kampung Keramat RT 02 RW 02, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pukul 05.30 WIB oleh Yanih (49 ) warga sekitar.
“Pelaku pembunuhan bayi yang dibuang kedalam selokan di Kp. Kramat Cibinong pada hari Kamis (12/11) lalu, berhasil kami ungkap pada hari Sabtu (14/11). Pelaku merupakan ibu kandungnya sendiri berinisial NS, perempuan, 18 tahun dan tidak bekerja,” terang Kapolres Bogor.
Ditambahkan AKBP Roland Ronaldy, pengungkapan kasus penemuan mayat akibat pembunuhan ini yang kedua ini diungkap oleh Polsek Cibinong Polres Bogor selama Bulan November ini.
“Jadi pelaku ini, melakukan perbuatan kejinya pada hari Senin (09/11) sekitar jam 03.00 WIB, di kamar mandi rumahnya. Setelah dilahirkan, si pelaku kemudian mencekik bayinya sendiri, lalu memotong tali ari ari dengan pisau dapur, lalu membungkus bayinya dengan kantong plastik warna hitam dan membuang ke selokan yang tidak jauh dari rumahnya,” papar Kapolres.
Berdasarkan penyelidikan polisi, pelaku melancarkan aksinya karena didassari rasa malu punya anak di luar nikah. Di mana pacarnya tak bertanggung jawab atas kehamilannya dan lahirnya bayi itu.
“Pelaku melakukan aksi kejinya ini dengan motif rasa malu, karena mempunyai anak diluar nikah dan sang pacar tidak mau bertanggung jawab,” Tutur Kapolres.
Atas Perbuatannya, NS pun kini ditahan dan dilakukan pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan tindakannya.
“Saat ini pelaku sudah kami lakukan penahanan, dan kami kenakan pasal 340 KUHP dan Pasal 80 ayat 3 UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara diatas 7 tahun,” tutup Kapolres.
Discussion about this post