Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS Nasional
Masyarakat Sihaporas Minta Perlindungan Konferensi Waligereja Indonesia

Masyarakat Sihaporas Minta Perlindungan Konferensi Waligereja Indonesia

Editor: NEWSCORNER.ID
8 Oktober 2019 | 19:57 WIB
in Nasional, NEWS
0
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260930-WA0005.mp4
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

 

Masyarakat Desa Sihaporas Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun Sumatera Utara melakukan pertemuan dengan Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Pastor Aegidius Eko Aldilanto OCarm di kantor KWI, kawasan Cikini, Jakarta, Senin (7/10) siang. Masyarakat yang tergabung dalam pengurus Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) mengadu dan memohon bantuan untuk membebaskan dua pengurusnya, yakni Thomson Ambarita selaku bendahara Lamtoras dan Jonny Ambarita (Sekretaris) yang ditangkap Polres Simalungun atas bentrokan warga versus pekerja PT TPL di Buntu Pangaturan, Sihaporas Aek Batu, pada 16 September lalu.

Tampak Ketua Umum Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas Judin Ambarita atau Ompu Sampe, bersama Wakil Ketua Umum Lamtoras Mangitua Ambarita (Ompu Morris) dan Ketua Panitia Pengembalian Tanah Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Eddy Hasryanto Ambarita, serta beberapa orang perantau asal Sihaporas.

Masyarakat turut didampingi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) dan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Indonesia (PP GMKI). Hadir Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI Tomson S Silalahi, Aturma Hutapea (Lembaga PERS Pengurus Pusat PMKRI) dan Halasan Simare-mare (Lembaga Ekonomi Kreatif Pengurus Pusat PMKRI), serta Ketua Pengurus Pusat GMKI Bidang Pergerakan dan Pelayanan EF Pranoto.

Masyarakat membahas tentang tanah adat yang dikuasai perusahaan. Romo Eko sapaan Pastor Aegidius Eko Aldilanto mengaku banyak masyarakat yang tidak berdaya menghadapi perusahaan besar saat memperjuangkan tanah leluhur.

Romo Eko juga menyinggung sering terjadi perpecahan di tengah komunitas sendiri. Lazimnya ada masyarakat yang ingin sungguh-sungguh memperjuangkan tanah ulayat dan adat-istiadat. Tetapi ada saja dari dari yang pro-kapitalis, dengan berbagai alasan.

“Kita tidak bicara benar atau salah, tapi kita melawan kapitalis. Apalagi terkait uang. Uang perlu, tetapi jangan gara-gara uang, Tuhan pun dibohongi. Jangan gara-gara uang, kau korbankan saudaramu,” ujar Romo Eko.

Kata Romo Eko, hukum adat harus dipertahankan, walaupun perusahaan bergerak. Sebab, secara sosial-budaya, keberadaan masyarakat adat adalah pondasi keberagaman nusantara, sehingga wajib dijaga dan dilestarikan.

“Saya siap mensupport. Ini bukan masalah benar atau salah, ini menghadapi kapitalis. Kami akan berkoordinasi dengan KPKC di Medan Romo Hilarius Kemit,” ujar Romo Eko.

Dia mengaku segera berkoordinasi dengan Direktur Justice, Peace and Integrity of Creation/Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC-OFM Indonesia) Pastor Hilarius Kemit OFMCap.

“Kebetulan besok, tanggal 8 Oktober, kami akan bertemu dengan Regio Sumatera di bangka Belitung, dan kami akan bahas. Saya akan bawa dokumen ini (berkas pengaduan Lamtoras, Red) untuk kami bicarakan,” ujar Pastor Eko sembari menyemangati warga tetap semangat memperjuangkan hak-hak adat sekalipun menderita tersakiti.

“Kita harus sama-sama melawan kapitalisme jahat, melalui berbagai cara termasuk membangun kekompakan masyarakat, sampai membangun lembaga keuangan mikro (LKM). Banyak terjadi kegagalan masyarakat adat karena kurang kekompakan, karena uang. Jangan sampai terjadi,”ungkapnya.

Sementara, Pengurus Pusat PMKRI Halasan Simare-mare menyatakan mengecam aksi pemukulan oleh karyawan TPL terhadap anak kecil di bawah umur sebagai tindakan di luar batas dan tidak beradab.

Saat terjadi bentrokan pekerja PT TPL kontra masyarakat adat pada 16 September silam, seorang anak berusia 3 tahun bernama Mario Ambarita menjadi korban pemukulan. Bagian belakang leher atau tengkuknya memerah, akibat kena pukulan yang diduga dilakukan pekerja PT TPL Bahara Subuea.

“Kami Mendesak polisi segera mengambil langkah tegas terhadap oknum yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, karena telah memicu amarah masyarakat hingga mengakibatkabn bentrok antar-masyarakat dan karyawan TPL sehingga mengakibatkan kedua belah pihak terluka,” ujar Halasan yang mengaku mengikuti pemberitaan media massa terkait kasus ini.

Halasan menambahkan, PMKRI juga meminta Kapolres Simalungun untuk objektif dalam melihat persoalan ini serta bertindak secara profesional, serta tidak menyebabkan situasi mencekam bagi masyarakat desa.

“Mendesak Kapolres Simalungun untuk segera membebaskan dua orang masyarakat Sihaporas karena pengkapan keduanya dan penahanan tidak melalui prosedur yang tepat,” kata Halasan.

Ketua PP GMKI Bidang Pergerakan dan Pelayanan EF Pranoto, mengatakan ketika terjadi konflik soal tanah adat, pemerintah harus hadir untuk melindungi sumber kehidupan dan juga identitas rakyatnya. Jangan justru masyarakat yang memperjuangkan tanah adatnya dikriminalisasi oleh aparat kepolisian.

“Oleh karena itu kami meminta kepada aparat kepolisian untuk segera membebaskan dua orang petani Sihaporas, yang saat ini dikurung. Dan kepada presiden untuk serius mengurus soal tanah adat ini karena banyak mafia-mafia tanah yang memanfaatkan program reforma agraria,” ujar Efpran, sapaan EF Pranoto.

“Sebenarnya kita juga menyayangkan Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan pidatonya terutama pasca-kemengan pilpres 2019, Jokowi sama sekali tidak menyentil soal penyelesaian konflik agraria,”ujar Efran, aktivis GMKI asal Bengkulu.

Sebelumnya, Kepala Humas PT Toba Pulp Lestari (TPL) Norma Patty Handini Hutajulu membenarkan terjadi bentrok antara karyawan dan personel Sekuriti PT Toba Pulp Lestari (TPL) kontra warga Masyarakat Desa Sihaporas di Compt B 553 PT TPL pada Senin, 16 September 2019.

“Benar bahwa warga Masyarakat Sihaporas sedang melakukan penanaman jagung di dalam konsesi PT Toba Pulp Lestari,” tutur Norma Patty Handini Hutajulu, Senin (16/9/2019).

Norma mengatakan, kejadian itu telah dilaporkan ke Polres Simalungun. Sementara itu, Bahara Sibuea yang menjadi korban, mendapat perawatan di RSVI Kota Pematangsiantar.

Menurut keterangan warga, saat itu, Bahara hendak memukul Marudut Ambarita. Namun Marudut mengelak, sehingga terkenalah tengkuk Mario, anaknya. Konflik pun pecah mengakibatkan saling baku pukul. Konflik ini akibat saling klaim lahan seluas kurang lebih 2 ribu hektare. (tmy).

Foto: Masyarakat Adat Lamtoras Sihaporas dari kawasan Danau Toba di Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara meminta pendampinginan Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Aegidius Eko Aldilanto OCarm (kedua dari kanan) di kantor KWI, kawasan Cikini, Jakarta, Senin (7/10/2019) siang. Warga didampingi Pengurus Pusat PMKRI dan Pengurus Pusat GMKI.

Tags: berita nasionalinfo nasionaljokowi

Discussion about this post

Berita Terbaru

MEDAN CORNER

Polisi Bersama Masyarakat, Enam Barak Narkoba di Serbajadi Dibumihanguskan

13 Oktober 2026 | 15:28 WIB
NEWS

Pelindo Regional 1 Perkuat Strategi Bisnis Bersama Wadirut Pelindo, Drajat Sulistyo

13 Oktober 2026 | 15:26 WIB
Siantar

Bukan Sekadar Ikut Bertanding! KONI Pematangsiantar Targetkan Emas di 19 Cabor dan Tembus 10 Besar Porprov 2026

13 Oktober 2026 | 13:48 WIB
Simalungun

Cegah Begal dan Balap Liar, AKP Friska Susana Kerahkan Blue Light Patrol di Jalur Rawan Malam Har

12 Oktober 2026 | 23:35 WIB
Simalungun

Aduan Dugaan Judi Masuk Hotline Hallo Kapolres, Polsek Tanah Jawa Langsung Turun ke Raja Maligas II

12 Oktober 2026 | 18:24 WIB
MEDAN CORNER

Malam Boleh Gemerlap, Hukum Tetap Tegak! Polisi Bonkar Peredaran Vape Narkoba di THM

12 Oktober 2026 | 14:57 WIB
NEWS

Sulap Pakaian Bekas Jadi Barang Berguna, REKA Project Angkat Isu Limbah Tekstil di Medan 

12 Oktober 2026 | 10:52 WIB
Siantar

442 Siswa SMP Kalam Kudus Diedukasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Pematangsiantar Turun ke Sekolah

12 Oktober 2026 | 10:47 WIB
Siantar

Police Go To School, Sat Lantas Polres Pematangsiantar Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada 442 Siswa

12 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Simalungun

Dugaan Judi Tembak Ikan di Perdagangan Disorot, Polsek Bandar Huluan Langsung Sisir Lokasi

11 Oktober 2026 | 19:48 WIB
Siantar

Dekatkan Polri dengan Jemaat, Polsek Siantar Timur Dorong Pemuda Gereja Aktif Jaga Keamanan

11 Oktober 2026 | 11:44 WIB
Siantar

Taman Hewan hingga Taman Bunga Disisir, Polsek Siantar Barat Antisipasi Gangguan Kamtibmas

11 Oktober 2026 | 11:37 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport