Duka mendalam, seorang gadis cantik asal Pulau Nias, Mentan Suryani Giawa (23) yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 Jumat (8/5/2020) meninggal dunia di Medan.
Informasi dihimpun, Mentan Suryani Giawa anak ke – 6 yang berasal dari Desa Tulumbaho Kecamatan Huruna, Nisel dan bekerja di salah satu klinik di Medan.
Mentan Suryani Giawa lahir pada 6 Mei 1997 dan baru saja berulangtahun yang ke-23 pada Hari Rabu itu. Mentan menyelesaikan studinya di Akademi Kebidanan Helvetia, Medan dan diwisuda pada 28 Agustus 2018 silam.

Sempat dirawat di Rumah Sakit Bunda Thamrin, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Royal Prima, Medanlalu meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 5.30 WIB. Jenazahnya dimakamkan dengan prosedur covid-19 tanpa dihadiri kerabat dan keluarga.
Kakak Mentan, pun menuliskan kronologis tentang hal yang dialami adiknya tersebut.
“Mau Cerita Tentang Adek Tercinta Mentan
Kronologis :
2 minggu yang lalu dia cerita sama mama saya, ngobrol biasa mama saya udah curiga sakit karena pas nelpon muka pucat, terus saat ditanya kamu sakit apa enggak ? Dia selalu jawab : saya sehat kalian juga harus sehat yaa..
Terus 1 minggu lalu saya nelpon bertiga dia dan adik saya. Kami ketawa dan cerita layaknya ga ada yang sakit saat kami tanya dia sehat dia jawab sehat dan ngak sakit!
Kemarin, saya mendapat kabar sekitar jam 3 sore bahwa dia masuk rumah sakit dalam keadaan drop dan sesak nafas enggak bisa bicara lagi sama kita.

Saat masuk IGD rumah sakit bunda thamrin diruang isolasi akan tetapi karena gejalanya seperti Covid-19.
Maka rumah sakit tersebut merujuk adek saya ke Rumah Sakit Khusus Covid yaitu RS Royal Prima Medan.
Malem itu juga adek saya masuk ke ruang isolasi Rumah sakit royal prima medan akan tetapi paginya pagi pukul 5:30 Wib adek saya dinyatakan Meninggal Dunia dengan status PDP Covid-19 Berat.
Pemakaman adek saya semuanya diurus oleh pihak rumah sakit dan keluarga tidak boleh ada yang mengantar penguburan jenazah. Adek saya pada pukul 14:45 wib dimakamkan di simalingkar medan
Terima kasih kepada teman-teman saya maupun adek saya yang sudah mendoakan adek saya. Mohon maaf jika dia ada salah dan semoga dilapangkan jalannya dan damai di surga.” demikian kakknya menuliskan tentang kematian adik tercintanya.

Gugus Tugas Nisel melalui Kadis Kesehatan dr Henny K Duha kepada wartawan memastikan bahwa pasien tersebut berdomisili dan meninggal di Medan.




Discussion about this post