Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar alat peraga kampanye (APK) berupa billboard dan baliho calon legislatif (Caleg) di inti Kota Pematangsiantar, Rabu (13/3/2019).
Petugas membongkar billboard caleg DPRD dan DPR-RI yang berjejer di Jalan Merdeka, Sudirman, dan Jalan Sutomo. Amatan media ini petugas menggunakan truk dengan dibantu hidrolik untuk menggapai billboard. Menariknya, ada billboard caleg yang menutup lambang partai dan nomor peserta pemilu dengan kain. Caleg itu seakan mensiasati agar tidak dibongkar.
Namun, saat menurunkan billboard di Jalan Sudirman terjadi sedikit perdebetan antara tim Anton Sihombing dari Partai Golkar dengan Bawaslu yang diwakilkan oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Siantar Barat. Perwakilan tim Anton, Alfredo mengatakan penurunan billboard ini belum ada pemberitahuan.
Warga yang berada di sekitar lokasi pembongkaran mendukung langkah yang dilakukan oleh Bawaslu dan satpol PP tersebut.
“Cocok itu bang, sebagian baliho dan gambar-gambar caleg itu tak lagi hiraukan estetika dan jadi menyampah,” ujar warga tersebut.
Alfredo menilai billboard yang dipasang di ruas inti kota untuk mengenalkan kepada masyarakat Caleg DPR-RI perwakilan Kota Siantar. Katanya, tim telah mengalami kerugian material dalam pembongkaran ini.
“Kan masyarakat butuh pengenalan juga. Kalau ruang terlalu sempit bagaimana masyarakat mengetahui. Semua keluar biaya. Kami jadi rugi,”ujarnya saat pembongkaran di Jalan Sudirman.
Panwascam Siantar Barat tetap melakukan penertiban meskipun ada penolakan dari tim caleg. Ketua Panwascam Siantar Barat Haswin mengatakan akan tetap menindak seluruh billboard caleg meskipun ada yang mensiasati dengan menutup nomor peserta dan lambang partai.
“Kita sudah lihat kemarin bahwa billboard itu melampirkan nomor urut dan nama. Tetap kami bongkar,”katanya.
Saat disinggung tentang penolakan itu, Haswin mengatakan sudah melakukan kordinasi dengan setiap partai pemilu di Kota Siantar. Bawaslu tidak berhubungan dengan personal caleg tetapi dengan partai politik.
“Kalau sama kami pasangan calon tak kami kenal. Kami berhubungan dengan partai, bukan dengan calon,”pungkasnya.
Anthony, salah seorang Caleg DPR RI yang balihonya ikut dibongkar pun dikonfirmasi Newscorner.id.
Kepada Newscorner.id, Anthony menyampaikan pihaknya masih melakukan pengecekan alasan satpol PP membongkar Balihonya. “Siang pak, kami masi mengecek dari satuan satpol PP alasan pembongkaran baliho kami,” balasnya lewat pesan Whatsapp. (ridho/vay)


Discussion about this post