Di tengah gencarnya pemerintahan Jokowi memangkas dan menghemat anggaran demi memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia, hal yang berbanding terbalik datang dari Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Pimpinan DPRD Kota Pematangsiantar meminta tiga unit pengadaan mobil dinas jenis Honda keluaran terbaru ke Sekretariatan Dewan. Sekretariatan Dewan telah menampung dengan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar. Pengadaan mobil dinas ini menjadi kontroversial, karena mobil dinas yang dipakai saat ini masih tergolong layak.
Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) menyebutkan ada lima mobil dinas yang kini dikuasai oleh Pimpinan DPRD Kota Pematangsiantar. Edi mengatakan lima mobil dinas itu yakni Fortuner dengan BK 1242 T, Innova dengan BK 1118 W, Fortuner BK 1119 W, Honda CRV BK 1125 W, dan CRV BK 1126 W.
Kepala Bidang Aset Alwi kepada wartawan mengatakan tidak mengetahui dimana posisi mobil dinas itu. Katanya, pengaturan mobil dinas itu diatur langsung oleh Sekretariatan Dewan.
“Yang membagikan mobil dinas itu bagian sekretariatan dewan. Kami cuma mendata mobil dinas yang diberikan,”katanya, Jumat (29/11/2019).
Alwi mengatakan lima mobil dinas pimpinan dewan pengadaan tahun 2010 dan 2014. Seluruh mobil dinas itu juga di bawah 2.500 cc.
Selain itu, Kasubbid Aset dan Pengendalian BPKAD Edi Sutrisno mengatakan ada satu mobil dinas jenis Sedan Timor S-5151 pengadaan tahun 1997 BK 15 Z masih belum dikbalikan Bagian Sitopu mantan Wakil Ketua DPRD periode 1999-2004 dan 2004 dan 2009 dari Partai PDIP.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Dewan Wanden Siboro kepada wartawan mengatakan hanya ada empat mobil dinas yang masih di tangan pimpinan dewan. Satu mobil dinas yakni Fortuner BK 1242 T sudah dikembalikan ke Bidang Aset dan sudah masuk tahap lelang.
Wanden menjelaskan empat mobil dinas yang tersisa itu sudah dikuasai Ketua DPRD Timbul Lingga, Wakil Ketua Mangatas Silalahi, dan Wakil Ketua Ronald Tampubolon. Wanden mengungkapkan Timbul Lingga menguasai dua mobil dinas yakni Fortuner dan CRV.
“Sama Pak Ketua ada dua mobil. Tapi satu rusak. Yang CRV itu sedang rusak. Yang dipakai Fortuner,”katanya.
Wanden mengungkapkan Mangatas Silalahi menggunakan Honda CRV BK 1126 W dan Ronald Tampubolon menggunakan Innova BK 118 W.
Saat disinggung kenapa tidak menggunakan anggaran biaya perawatan untuk mobil dinas yang rusak, Wanden mengatakan tidak samggup. Katanya, mobil dinas yang rusak dikuasai Timbul mengalami kerusakan di bagian kopling.
“Gak sanggup anggaran. Dah habis. Mana ada lagi anggaran perawatan,”ujarnya.
Sebelumnya, tiga pimpinan DPRD Kota Pematangsiantar mengusulkan untuk pengadaan mobil dinas baru dalam APBD 2020. Permintaan itu telah ditampung dalam anggaran Sekretariatan Dewan Kota Pematangsiantar senilai Rp 1,8 miliar.
Sekretariat DPRD Kota Pematangsiantar sudah mengusulkan ke Gubernur Sumatera Utara untuk dieksaminasi (diperiksa). Wanden mengatakan jika usulan itu diterima, maka mobil dinas pimpinan DPRD akan ditarik.
Wanden mengaku ada permintaan jenis dan merek mobil yang diminta Timbul Lingga dari Fraksi PDI Perjuangan, Mangatas Silalahi Fraksi Golkar, dan Ronald Tampubolon dari Fraksi Hanura yang merupakan pimpinan DPRD Kota Pematangsiantar.
Kata Wanden, pimpinan dewan meminta mobil dengan merek Honda keluaran terbaru. Namun, Honda seri apa, Wanden tidak ingin mengungkapkan dengan gamblang. Saat disinggung apakah Honda CRV atau BRV, Wanden tetap merahasiakannya.
“Pimpinan langsung yang meminta. Ada juga memang mengusulkan merek Honda. Menyesuaikan harganyalah. Tunggu eksaminasilah dulu. Lihat budget. Mereka minta Honda. Belum ada kontrak. Tunggu keluar dulu eksimanasi,”katanya.
Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul M Lingga ketika Dikonfirmasi Newscorner.id membenarkan bahwa ada dua mobil dinas dikuasainya. Ia juga mengatakan kalau yang meminta mobil itu bukan dirinya secara pribadi namun berdasarkan prosedur dan protap.
“Ada dua tapi satu kan di bengkel, bukan saya yang meminta tapi protap dan prosedurnya begitu,” sanggahnya.
Ketika disinggung mengapa tidak mengembalikan mobil dinas yang dikuasainya, Timbul Lingga yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Pematangsiantar itu mengatakan jika mobil yang dipakainya saat ini dikembalikan, lalu ia pakai apa.
“Kalau ini kukembalikan sekarang, jadi apa jalanku (kendaraan saya-red),” jawabnya.(vay)


Discussion about this post