Keberadaan Bus Paradep di inti kota Pematangsiantar kian meresahkan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Meski berada di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), armada pengangkutan ini tak hanya melintas di jalan Sutomo dan Merdeka.
Bus ini pun menaik turunkan penumpang di badan jalan serta parkir berlapis. Kondisi ini pun menciptakan kematetan bahkan kegaduhan.
Tak jarang sesama pengendara yang terimbas macet saling menyalahkan akibat pengusaha nakal “sok jago” ini.
Seperti hari hari sebelumnya, Selasa (15/5) sore, sekitar pukul 16.00 WIB kemacetan kembali dipicu aktivitas menaikturunkan penumpang di depan loket Paradep, yang kerap disebut terminal hantu.
Tak hanya Paradep, kondisi kesemrautan pun turut disumbangkan keberadaan “terminal hantu” Bus Intra di Jalan Pattimura, Pematangsiantar.
Beberapa pengendara yang terimbas kemacetan pun dibikin geram dengan ulah nakal pengusaha yang diduga kong kalikong dengan penguasa.
“Woi, bukan jalan kalian aja ini, memang sok jago intra sama paradep ini,” teriak pengendara yang terjebak macet.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Budi Utari siregar yang dihubungi terkait kesemrautan itu mengarahkannya kepada Dinas Perhubungan yang saat ini digawangi Esron Sinaga.
Keadaan ini pun turut menurunkan nilai kinerja Polres Pematangsiantar di mata masyarakat.
Namun Kapolres Pematangsiantar, AKBP Dody Hermawan, kepada Newscorner.id menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas.
“Untuk Satlantas Polres Pematangsiantar, selalu mengantisipasi dalam lakukan pengamanan terutama Jalan Sutomo-Merdeka. Untuk bus bila parkir tetap tidak diijinkan,” Tegas Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan akan meberi teguran dan tindakan. Pihaknya pun akan mengambil tindakan terhadap pelanggaran bus mana pun.
“Akan diberikan tegoran bila ditemukan. Berita di atas saya sampaikan kepada Kasat Lantas untuk segera ditindak lanjuti. saya perintahkan kasat lantas tindak parkir dan berhenti bus yang tidak sesuai aturan,”Tegasnya. (Vay)


Discussion about this post