Pasangan suami istri (Pasutri) Ual Sagala (50) dan Nurlina boru Sitorus (45) di Huta Buntul, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara itu tak dapat berbuat banyak. Ddengan semampunya mereka berjuang untuk kelangsungan hidup keluarganya. Empat dari lima anaknya mengalami disabilitas dan lumpuh.
Satu-satunya anak mereka yang sehat dan bisa membantu meringankan beban hanya Riama Ayerki Sagala, yang saat ini duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar (SD).
Sedangkan empat anak lainnya, Sehat Mora Andreas Sagala(21), Maju Yusuf Masro Sagala(18), Yogi Samuel Sagala (16) serta Narta Wijaya Bangkit Sagala (7) hanya bisa terkulai di rumah papan mereka yang berukuran tak terlalu besar.
Anak sulungnya, Sehat Mora Andreas Sagala lahir di Kabupaten Labuhanbatu, 21 tahun silam. Kemudian mereka pindah ke Dairi saat sehat berusia enam bulan.
Anaknya itu mulai terlihat tanda tanda lumpuh sejak berusia enam bulan, sementara tiga anaknya yang lain, diketahui sejak usia tiga bulan. Sejauh yang mereka ketahui awalnya bola mata anaknya terlihat bergoyang-goyang, namun hingga saat ini merek tidak tahu jenis penyakit keempat anaknya tersebut.
Sejak tahun 2017 keluarga ini telah didata sebagai calon penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), namun hingga kini entah bagaimana hasil dari akhir pendataan tersebut.
Kondisi yang dialami Pasangan suami istri ini pun kemudian viral beberapa waktu terakhir dan mengundang perhatian sejumlah pihak, termasuk Kapolres Dairi AKBP Leonardo D. Simatupang S.IK.
Melalui Kasat Binmas Polres Dairi AKP S, Simanjuntak, pihak kepolisian mendatangi kediaman keuarga Ual Sagala pada Minggu (9/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan rombongan dalam rangka Kegiatan Minggu Kasih “POLISI PEDULI”.
Rombongan kemudian membelikan tali asih berupa sembako dan uang untuk meringankan beban keluarga yang terbilang masih kurang mampu tersebut.
Ual Sagala Nurlina boru Sitorus pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran Personil Polres Dairi yang telah mengunjungi mereka dan memberikan tali asih berupa sembako dan uang tersebut.


Discussion about this post