Pemkab Tapanuli Utara (Taput) melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyerahkan voucher Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin dan terdampak Covid-19 di 11 kelurahan se-Tapanuli Utara. Penyerahan secara simbolis diterima lurah se-Taput, dan diserahkan langsung Bupati Nikson Nababan selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten Taput, didampingi Forkopimda, di Balai Data Kantor Bupati, di Tarutung, Senin (13/4/2020).
Kata sambutan Kadis Sosial Taput Irwan Hutabarat mengatakan dalam laporannya mengatakan, warga miskin dan terdampak Covid-19 merupakan data warga miskin yang diserahkan para lurah kepada Dinas Sosial. Kemudian untuk menjamin validitas data dan benar-benar tepat sasaran, Dinsos Taput langsung menggandeng TNI/Polri untuk verifikasi data di lapangan.
“Data warga miskin dan terdampak yang akan menerima BLT, sudah diversifikasi pihak Kepolisian. Hal itu perlu agar warga yang menerima BLT, benar-benar tepat sasaran,” kata Irwan.
Sementara itu,Kapolres Taput Horas Silaen mengatakan terkait pemberian BTL berjalan dengan baik. Data dari Dinas Sosial sudah diverifikasi dari Kodim. Biar benar -benar dan betul si penerima BLT dan dapat perlakukan yang sama dengan kemanusiaan.
Kita direncana 1600 di data bertambah diverifikasi 2622 sudah kepada masyarakat dari 11 kelurahan,tokoh agama,serta pers. Pemilik toko juga diharapkan untuk lebih baik dibungkus rapat. Dengan pergantian Voucher kepada pihak toko. Dari 11 kelurahan yang dapat terlaksana masih 7 kelurahan . Tujuan supaya tertertib,jangan terjadi keributan. Kita akan kasi tau cara teknisnya. Ditekan kepada camat, kepala desa tujuan utama dalam hal kemanusiaan.” Terang Horas
Untuk tahap pertama, voucher BLT senilai Rp 200.000 dapat ditukarkan dengan bahan pokok di toko-toko atau warung yang sudah dihunjuk. Voucher tidak bisa ditukar dengan uang tunai dan diharapkan kerjasama toko dan warung penyedia agar tetap menghindari keramaian, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
Bupati Taput, Nikson Nababan juga sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Taput, mengingatkan agar jangan ada pihak yang mengambil kesempatan dan mengambil untung pribadi atas penyaluran BLT. Termasuk para pemilik toko. Pemilik toko dalam penyaluran sembako BLT agar dikemas dengan rapi. Bupati juga berpesan agar setiap lurah menyerahkan voucher BLT langsung kepada warga dan tidak diwakilkan.
Kepada Dinas Sosial, dalam mendata warga, agar jangan pilih kasih, tidak pandang bulu. Kalau memang layak menerima bantuan, segera didata. “Mari bersama-sama dan bergotong-royong untuk melawan virus Covid-19. Jangan ada saling curiga atas penyerahan Voucer BLT. Saya pastikan seluruh warga miskin dan terdampak akan kita tangani,” ujar Bupati.
“Saya harap kepada pemilik toko harus hati-hati,ini masalah kemanusiaan. Jangan sampai pihak toko bermain dengan menukar voucher dengan uang. Kita juga bisa beri berupa uang tetapi kita pikirkan diperuntukan jadi beli tuak. Makanya bentuk voucher diberikan,kita juga berpikir untuk pemberian BLT ini tepat sasaran.” Jelas Bupati Taput. ( Friska.P)


Discussion about this post