Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS Nasional
Pengembangan Wisata Danau Toba Makan Korban, Warga-Aparat Bentrok

Pengembangan Wisata Danau Toba Makan Korban, Warga-Aparat Bentrok

Editor: NEWSCORNER.ID
12 September 2019 | 14:39 WIB
in Nasional, NEWS
0
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260930-WA0005.mp4
Iklan
859
SHARES
15
VIEWS

 

Aparat kepolisian dan Masyarakat Adat Raja Na Opat Sigapiton di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) bentrok, Kamis (12/9). Kericuhan yang menyebabkan ada warga pingsan dan terluka itu, dipicu penolakan pembukaan jalan dari The Nomadic Kaldera Toba Escape menuju Batu Silali sepanjang 1.900 meter dan lebar 18 meter.

Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari pengembangan industri pariwisata di Kawasan Danau Toba. Seratusan masyarakat bersama Kelompok Studi Pengembangan dan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) pun menghadang masuknya alat berat ke lokasi lahan yang diyakini warga sebagai hak miliknya.

Namun, alat berat yang dikirim pihak Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dikawal polisi. Aparat pun menghalau paksa seratusan warga yang mencoba memasukkan alat berat ke areal Batu Silali. Akibatnya terjadi bentrokan antara aparat dengan warga. Dalam insiden tersebut, seorang staf KSPPM Rocky Pasaribu menjadi korban pemukulan oleh aparat.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Pengembangan Wisata Danau Toba Makan Korban, Warga-Aparat Bentrok Aparat kepolisian dan Masyarakat Adat Raja Na Opat Sigapiton di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) bentrok, Kamis (12/9). Kericuhan yang menyebabkan ada warga pingsan dan terluka itu, dipicu penolakan pembukaan jalan dari The Nomadic Kaldera Toba Escape menuju Batu Silali sepanjang 1.900 meter dan lebar 18 meter. Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari pengembangan industri pariwisata di Kawasan Danau Toba. Seratusan masyarakat bersama Kelompok Studi Pengembangan dan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) pun menghadang masuknya alat berat ke lokasi lahan yang diyakini warga sebagai hak miliknya.

Sebuah kiriman dibagikan oleh News Corner (@newscorner.id) pada 12 Sep 2019 jam 12:19 PDT

“Saya dipukul dan diinjak oleh aparat saat kami berusaha menghalau masuknya ekskavator ke lahan yang merupakan wilayah adat Desa Sigapiton,” kata Rocky Pasaribu.

Direktur KSPPM Delima Silalahi dalam siaran pers-nya menerangkan, BPODT mengirim alat berat ke Desa Sigapitondengan tujuan membangun jalan dari The Nomadic Kaldera Toba Escape menuju Batu Silali sepanjang 1.900 meter dan lebar 18 meter. Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari pengembangan industri pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Sejumlah aparat keamanan mengawal alat berat tersebut. Sementara itu, seratusan masyarakat bersama KSPPM menghadang agar alat berat tersebut tidak masuk ke lokasi tanah dan hutan.

Pengembangan Wisata Danau Toba Makan Korban, Warga-Aparat Bentrok

Bentrokan tak terhindarkan. Salah satu staf KSPPM yang mendampingi masyarakat dipukul aparat. Ia mengalami luka di mata kiri. Masyarakat terus bertahan.

KSPPM menegaskan, kejadian ini tidak bisa diterima. Alasannya, pembangunan pariwisata adalah gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sangat memerhatikan masa depan peningkatan kesejahteraan masyarakat di KDT. Sepengetahuan mereka, Jokowi tidak pernah memerintahkan mengirim aparat keamanan, apalagi sampai melakukan tindakan pemukulan. Sehingga perlu dipertanyakan secara sangat serius, apakah tindakan yang dilakukan BPODT adalah cara “unik” lembaga ini memahami dan menginterpretasi apa yang dimaksud Jokowi dengan membangun pariwisata.Pengembangan Wisata Danau Toba Makan Korban, Warga-Aparat Bentrok

Selain itu, tindakan yang dilakukan BPODT justru membangkitkan kembali memori publik tentang perilaku yang dilakukan pemerintah saat akan membangun. BPODT dinilai meminjam repertoire of action yang dimiliki rezim politik Orde Baru dalam melakukan pembangunan, yakni menggunakan cara-cara militeristik atas nama pembangunan. Padahal, pemerintahan sekarang ini bukan Rezim Orde Baru, juga bukan rezim yang bertumpu pada kekerasan. Tapi tindakan BPODT menegaskan sebaliknya. BPODT malah membawa pemerintahan kembali ke masa-masa kelam Orde Baru.

Sehingga, legitimasi dan justifikasi terhadap keberadaan BPODT perlu dipertanyakan kembali. Apalagi, lembaga ini sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda memajukan pariwisata setelah lebih dari dua tahun dibentuk, malah menimbulkan ketegangan di masyarakat, memantik banyak konflik, dan mempraktekkan kekerasan secara terbuka.Pengembangan Wisata Danau Toba Makan Korban, Warga-Aparat Bentrok

Padahal, lembaga ini beroperasi menggunakan uang negara yang bersumber salah satunya dari pajak yang dibayarkan masyarakat, termasuk masyarakat di Sigapiton.

Terkait pemukulan terhadap aktifis KSPPM, harus diproses secara hukum. Bahkan kehadiran aparat keamanan dalam upaya memasukan alat-alat berat perlu dipertanyakan.

Hingga siang, belum ada konfirmasi dari Pemkab Tobasa dan pihak BPODT atas bentrokan tersebut. (*)

Tags: berita nasionalinfo nasionaljokowi

Discussion about this post

Berita Terbaru

MEDAN CORNER

Polisi Bersama Masyarakat, Enam Barak Narkoba di Serbajadi Dibumihanguskan

13 Oktober 2026 | 15:28 WIB
NEWS

Pelindo Regional 1 Perkuat Strategi Bisnis Bersama Wadirut Pelindo, Drajat Sulistyo

13 Oktober 2026 | 15:26 WIB
Siantar

Bukan Sekadar Ikut Bertanding! KONI Pematangsiantar Targetkan Emas di 19 Cabor dan Tembus 10 Besar Porprov 2026

13 Oktober 2026 | 13:48 WIB
Simalungun

Cegah Begal dan Balap Liar, AKP Friska Susana Kerahkan Blue Light Patrol di Jalur Rawan Malam Har

12 Oktober 2026 | 23:35 WIB
Simalungun

Aduan Dugaan Judi Masuk Hotline Hallo Kapolres, Polsek Tanah Jawa Langsung Turun ke Raja Maligas II

12 Oktober 2026 | 18:24 WIB
MEDAN CORNER

Malam Boleh Gemerlap, Hukum Tetap Tegak! Polisi Bonkar Peredaran Vape Narkoba di THM

12 Oktober 2026 | 14:57 WIB
NEWS

Sulap Pakaian Bekas Jadi Barang Berguna, REKA Project Angkat Isu Limbah Tekstil di Medan 

12 Oktober 2026 | 10:52 WIB
Siantar

442 Siswa SMP Kalam Kudus Diedukasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Pematangsiantar Turun ke Sekolah

12 Oktober 2026 | 10:47 WIB
Siantar

Police Go To School, Sat Lantas Polres Pematangsiantar Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada 442 Siswa

12 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Simalungun

Dugaan Judi Tembak Ikan di Perdagangan Disorot, Polsek Bandar Huluan Langsung Sisir Lokasi

11 Oktober 2026 | 19:48 WIB
Siantar

Dekatkan Polri dengan Jemaat, Polsek Siantar Timur Dorong Pemuda Gereja Aktif Jaga Keamanan

11 Oktober 2026 | 11:44 WIB
Siantar

Taman Hewan hingga Taman Bunga Disisir, Polsek Siantar Barat Antisipasi Gangguan Kamtibmas

11 Oktober 2026 | 11:37 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport