Penutupan Jalan Sutomo oleh sekelompok pedagang Senin (7/50) telah berdampak terhadap kelancara aktivitas warga. Sejumlah kemacetan dan kesemrautan lalu lintas pun terjadi di sejumlah titik.
Sejumlah kendaraan yang seharusnya melintas di jalan inti kota tersebut pun dialihkan polisi ke Jalan Cipto serta penutupan jalur lalu lintas di Simpang Jalan Pane, Jalan Vihara.
Jalan Cipto yang seghari-harinya diketahui pengendara nmerupakan jalur searah dari Jalan Diponegoro ke Jalan Vihara, kin jadi kebalikannya. Sesama pengendara pun nyaris adu jotos dan bentrok di Jalan Cipto Pematangsuiantar akibat kejkacauan tersebut.
Hal ini menurut, Samsudin Harahap, Ketua Forum Peduli Rakyat (Forpera) sudah melanggar hak warga dan mengganggu kepentingan umum.
“Pembiaran ini menunjukkan Pemerintah Kota dan Kepolisian lemah,” Tegas Samsudin Harahap.
“Dengan membiarkan segelintir orang yang menyampaikan aspirasi dengan memblokir jalan Sutomo. Padahal semua sangat tahu bahwa kepentingan umum lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Atas aksi itu puluhan ribu masyarakat pengguna jalan Sutomo menjadi terseok-seok,” Ujarnya
Samsudin Harahap dengan tegas meminta kepada pemerintah kota agar membuka blokade jalan tersebut.
Bahkan menurutnya Polisi tak cukup hanya membubarkan, namun menangkap orang-orang yang telah mengganggu ketertiban dan kepentingan umum.
“Polisi harus bubarkan dan kalau perlu tangkap pengganggu kepentingan umum tersebut,” Tegas Samsudin.(Vay)




Discussion about this post