Gara gara sebungkus rokok, Briner Sinaga (28) memukul Hendrik Damanik (30) saat asyik menenggak minuman tuak di Lapo Baringin Jaya, Senin (30/4) sekira pukul 17.30 WIB. Serpihan kaca mengakibatkan luka koyak di bagian wajah korban.
Pelaku diketahui warga Lingkungan Sektor II Kelurahan Baringin Raya Kecanatan Raya Kabupaten Simalungun hingga kini masih dalam pengejaran pihak Kepolisian.
Informasi yang diterima awak media dari pihak Kepolisian, Selasa (1/5) sekira pukul 15.30 menjelaskan, kala itu korban berada di rumah abang kandungnya.
Tak berapa lama, Rinal purba bersama temannya datang berkunjung dan menghampiri korban seraya mengajaknya minum tuak di lapo Baringin Jaya. Ajakan tersebut selanjutnya di setujui tanpa ada firasat buruk akan terjadi hal pemukulan.
Dengan menunggangi becak, mereka pun berangkat ke lapo tuak. Dilokasi kejadian, korban bersama temannya minum tuak sampai pukul 21.30 WIB.
Melihat korban mabuk berat dan mengambil rokok pelaku sebungkus, temannya mengajaknya pulang, karena takut hal yang tak di inginkan terjadi.
Selanjutnya, setiba di rumah, dengan alasan jaket ketinggalan di lapo tuak, korban pun kembali seorang diri dan bergegas ke lapo tersebut sembari memesan kembali minuman tuak. Namun, saat memesan tuak, pemilik warung mengatakan bahwa tuak habis.
“Habis tuak lae”. “Kata pemilik warung albert Saragih.
Melihat korban muncul, pelaku Briner Sinaga kembali menegur korban.
” Ngapain lagi kau kemari”. bentak Briner.
Korban pun menjawab, “aku mau minum tuak lagi sekalian mencari jaket ku,” jawabnya.
Tak senang dengan jawaban korban, kemudian pelaku melontarkan kalimat, “gak ada jaket mu disini, pulang kau”.
Saat itu rekan korban Rinal Purba dan Ali Damanik yang semula ikut minum bersama, kembali datang ke lapo tersebut. Alasannya, rekan korban merasa ada keganjilan karena terlalu lama di warung hanya karena mengambil jaket ketinggalan.
Setibanya di lokasi, pelaku telah memukul kepala korban menggunakan gelas tuak hingga bagian kening korban mengalami luka koyak. Selanjutnya korban pun dibawa kedua temannya ke RSUD Rondahaim Pematang Raya guna mendapatkan perawatan.
Ketika di konfirmasi awak media, Rabu (2/5) Sekitar pukul 15.00 WIB, Kanit Reskrim Polsek Pematang Raya, Iptu Arjunsyah Hariono membenarkan kejadian tersebut.
“korban dan pelaku ternyata masih ada hubungan keluarga. Mereka juga telah berdamai,’ Jelasnya singkat.(Turnip)




Discussion about this post