Pematangsiantar — Dukungan terhadap ketahanan pangan terus diwujudkan jajaran Polres Pematangsiantar melalui pendampingan langsung kepada petani. Polsek Siantar Selatan turut mendampingi petani binaan saat menjual hasil panen jagung ke Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar, Kamis (20/8/2026) sore.
Pendampingan dilakukan PS. Kanit Binmas Polsek Siantar Selatan Aiptu Panogaran Manurung bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Simalungun Aiptu Untung JF Nainggolan, S.H., sekitar pukul 15.00 WIB.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar, Jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Dalam kesempatan itu, petani binaan, Ramlan Panggabean, menjual hasil panen jagung sebanyak 700 kilogram. Jagung tersebut memiliki kadar air rata-rata 13,3 persen dan diterima dengan harga Rp6.400 per kilogram.
Kapolsek Siantar Selatan Iptu Suhaira Marbun, S.H., mengatakan pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung.
Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan dan dukungan terhadap masyarakat dalam menjalankan aktivitas produktif.
“Pendampingan ini merupakan bentuk komitmen Polri, khususnya Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Selatan, dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, khususnya jagung,” ujar Iptu Suhaira.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung kesejahteraan petani.
Dengan adanya pendampingan tersebut, proses penjualan hasil panen dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Polsek Siantar Selatan juga terus mendorong para petani binaan agar tetap produktif dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk Polri.
(Humas Polres Pematangsiantar)

