Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda NEWS
Puluhan Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19

Puluhan Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid-19

Editor: NEWSCORNER.ID
3 Mei 2020 | 02:00 WIB
in NEWS
0
Iklan
155
SHARES
15
VIEWS

 

Dua karyawan pabrik rokok Sampoerna meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19. Ratusan karyawan lainnya pun turut terkena imbas. Berdasarkan hasil tes swab gelombang pertama terhadap karyawan, 70 persen lebih dari 46 orang pegawai Sampoerna positif Covid-19.

Temuan 34 orang yang dinyatakan positif secara serentak itu membuat kaget pihak RSU dr Soetomo Surabaya.

“Hasilnya memang sangat mengejutkan. Ini bukti bahwa Covid-19 adalah virus yang infeksius, virus yang cepat menular,” kata Direktur Utama RSU dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi, Jumat (1/5/2020).

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur itu mengatakan hasil tersebut tidak seperti temuan biasanya. Sebab dalam kasus-kasus sebelumnya, jumlah kasus positif tak pernah sebanyak itu.

Dalam kasus ini, jumlah pasien yang hasilnya positif bahkan mencapai 70 persen lebih dari pasien yang dites. Itu pun, belum semua karyawan yang dicurigai sudah dites swab.

Masih ada 54 karyawan lagi yang akan melakukan tes swab PCR di kloter kedua. “Gelombang kedua sisanya baru melakukan swab Jumat dan paling cepat Sabtu hasilnya baru keluar,” ujar Joni.

Awalnya, terdapat dua karyawan yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Bukan mengisolasi diri, mereka justru tetap bekerja. Belakangan hasil swabnya baru diketahui positif. Mereka kemudian meninggal dunia.

“Sebetulnya dia (pasien) saat itu statusnya sudah PDP. Tapi dia kerja jadinya nulari (menularkan),” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (30/4/2020). Akibatnya, pabrik rokok tersebut untuk sementara waktu harus ditutup.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan telah mengambil langkah cepat dalam menangani kasus Covid-19 pada karyawan PT HM Sampoerna Tbk, Rungkut Surabaya. Bahkan, pemkot sendiri yang menyarankan pihak manajemen agar melakukan isolasi bagi karyawannya yang reaktif rapid test.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, sejak tanggal 27 April 2020, pemkot juga getol melakukan tracing dan penyemprotan di lingkungan perusahaan dan perkampungan, untuk mencegah dan memutus mata rantai persebaran virus tersebut. Ia menegaskan, mulai tanggal 19 April 2020 sampai sepekan kemudian, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan manajemen PT HM Sampoerna.

Bahkan, komunikasi terus dilakukan hingga akhirnya pihak manajemen bertemu langsung dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 26 April 2020 di Balai Kota Surabaya.

“Karena Ibu (Wali Kota Surabaya) juga menyarankan, tolong Sampoerna tutup sementara dan minta supaya seluruh yang positif rapid test itu diisolasi di hotel, dan dia (manajemen Sampoerna) menyanggupi,” kata Eddy, saat menggelar jumpa pers, di Balai Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2020).

Kemudian, pada 27 April 2020, Eddy mengaku kembali bertemu dengan manajemen. Dalam pertemuan itu, ia kembali menyampaikan kepada manajemen kapan akan dilakukan isolasi bagi karyawan yang reaktif rapid test. Namun, pihak manajemen menyampaikan masih berkomunikasi dengan hotel di wilayah barat Surabaya.

“Kami sarankan, jangan (hotel) di wilayah Surabaya barat, cari yang dekat dengan kantor (PT HM Sampoerna) supaya pantauannya dan pengawasannya lebih enak. Akhirnya disepakati dapatlah salah satu hotel di wilayah Surabaya Timur,” ujar dia.

Lalu, pada 28 April 2020, Eddy mengaku kembali berkomunikasi dengan pihak manajemen melalui sambungan telepon dan menanyakan progres isolasi terhadap karyawan pabrik Sampoerna. Namun, pihak manajemen menyatakan jika masih dimatangkan untuk proses isolasi di hotel.

“Kemudian tanggal 29 April 2020, kami telepon lagi (manajemen) akhirnya mereka bilang, ‘ya pak ini kami sudah mulai melakukan isolasi (karyawan),” kata Eddy.

Untuk memastikan hal tersebut, Eddy menyatakan, Pemkot Surabaya kemudian menempatkan beberapa anggota di salah satu hotel yang ditunjuk sebagai tempat isolasi. Tujuannya, untuk memantau apakah benar karyawan yang positif rapid test tersebut telah dilakukan isolasi di hotel.

“Anggota saya pantau di sana (hotel) sampai mereka (karyawan) masuk semua sejumlah 98 orang, bukan 32 orang seperti data awal yang kami terima,” ujar dia.
Untuk mencegah dan memutus rantai persebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan tersebut, Pemkot Surabaya telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Sejak tanggal 27 April 2020 hingga Jumat (1/5/2020) malam, pemkot terus melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil Pemadam Kebakaran (PMK). Bahkan, Eddy mengungkapkan, penyemprotan yang dilakukan mobil PMK tak hanya menyasar lingkungan perusahaan.

Namun, di belakang, samping kanan dan kiri perusahaan yang berhubungan dengan permukiman, juga dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Jadi, mulai tanggal 27 April 2020 sampai dengan tadi malam itu kami melakukan penyemprotan di lokasi itu,” tegas dia.

Di samping getol melakukan penyemprotan disinfektan, Pemkot Surabaya juga menyebar Kasatgas Linmas di 14 kelurahan untuk dilakukan pemantauan kepada karyawan yang reaktif. Sebab, dari informasi awal, ada 32 positif rapid test itu tinggal dan tersebar di 14 kelurahan. Sehingga, Pemkot Surabaya menyebar petugas untuk memantau kondisi kesehatan yang bersangkutan dan keluarganya.

“Kami juga sampaikan kepada ketua RT dan RW untuk ikut menjaga jangan sampai keluarganya ikut terkucilkan. Karena sekarang ini, ketika di lingkungan (perkampungan) ada satu positif, keluarga ikut dikucilkan,” kata dia.

Maka dari itu, pihaknya bersama camat dan lurah juga menyampaikan kepada pengurus RT, RW, maupun masyarakat sekitar agar keluarga jangan sampai dikucilkan. Di sisi lain, pemkot juga meminta kepada manajemen PT HM Sampoerna untuk ikut mem-backup isolasi mandiri bagi keluarga karyawan.

Karena, keluarga mereka juga termasuk orang dalam risiko (ODR) atau orang tanpa gejala (OTG), sehingga juga harus melakukan isolasi di rumah. Eddy memastikan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan melalui Kasatgas Linmas dan lurah dengan berkomunikasi langsung bersama RT-RW untuk memantau kondisi keluarga mereka. Sementara itu, bagi karyawan yang positif rapid test, dilakukan isolasi di salah satu hotel.

“Tujuannya apa? supaya mereka (keluarga) bisa melakukan aktivitas dan mereka bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya dengan tenang,” kata dia.

Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya ini juga menambahkan, berdasarkan hasil test swab yang positif, hari ini ada 37 yang sudah dilakukan isolasi di hotel. Sedangkan sisanya, menjalani perawatan di dua rumah sakit. Ia menegaskan, hingga saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya juga terus bekerja melakukan perawatan bagi karyawan pabrik Sampoerna yang positif.

“Jadi, itu yang dilakukan oleh pemkot, begitu kami mendapatkan informasi dari tim tracing, kami langsung melakukan pendekatan antisipatif, antisipasi baik dari sisi sosial, dari sisi protokol untuk perusahaan, kita lakukan penutupan isolasi selama 14 hari dan itu sudah kami lakukan,” kata dia.

Dirangkum dari Kompas.com

Discussion about this post

Berita Terbaru

Sumut

Brimob Sumut Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Lomba Tradisional dan Senam Bersama Meriahkan Mako

16 Agustus 2026 | 11:47 WIB
Sumut

Semarak HUT ke-81 RI, Brimob dan Warga Tebing Tinggi Tumpah Ruah di Fun Walk dan Car Free Day

16 Agustus 2026 | 10:49 WIB
MEDAN CORNER

Apartemen Mewah Jadi Tempat Transaksi Pod Getar, Dua Pengedar dan Satu Bandar Diciduk

15 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Sumut

Brimob Nias Bawa Semangat Kemerdekaan ke Tengah Anak-Anak, Lomba 17 Agustus Penuh Keceriaan

15 Agustus 2026 | 10:59 WIB
NEWS

Rahayu Terpilih Pimpin PWI Kota Pematangsiantar Periode 2026-2029

14 Agustus 2026 | 22:10 WIB
NEWS

Joshua Siahaan Adakan Turnamen Catur di Siantar

14 Agustus 2026 | 20:01 WIB
Sumut

Tatapan Teguh Penjaga Merah Putih, Dansat Brimob Sumut Apresiasi Paskibraka 2026

14 Agustus 2026 | 18:07 WIB
MEDAN CORNER

Wanita Cantik Pengedar Pod Getar Diciduk Satresnarkoba Polrestabes Medan

14 Agustus 2026 | 12:21 WIB
Sumut

210 Nasi Kotak dan 405 Santunan Dibagikan, Brimob Batalyon C Pelopor Tebar Kebahagiaan di Sipirok

14 Agustus 2026 | 11:09 WIB
Sumut

Brimob dan Warga Berbaur di Sipirok, Fun Run dan Senam Sehat Kobarkan Semangat Kemerdekaan

14 Agustus 2026 | 10:22 WIB
MEDAN CORNER

Dua Pria Ditangkap, IRT di Bantaran Sungai Deli Terseret Jadi Bandar Narkoba

13 Agustus 2026 | 19:44 WIB
NEWS

Arif Harahap Pimpin KNPI Pematangsiantar Periode 2026-2029

13 Agustus 2026 | 19:07 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport