Semangat olahraga dan transformasi digital berpadu dalam Kompetisi QRIS Padel Championship 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH., M.Kn., secara resmi membuka kompetisi tersebut di 360 Padel, Jalan Mataram II, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Minggu (16/8/2026).
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Marpesta QRIS 2026, dengan mengusung semangat olahraga, kolaborasi, dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan servis bola perdana oleh Wali Kota Wesly, kemudian dilanjutkan Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman.
Hadir bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi, Wesly menyampaikan apresiasi kepada BI Pematangsiantar yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Menurutnya, QRIS Padel Championship tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, karena tidak hanya menghadirkan olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komunikasi antarinstansi serta berbagai elemen masyarakat di Kota Pematangsiantar,” ujar Wesly.
Lebih jauh, Wesly menilai kegiatan tersebut membawa pesan penting dalam mendorong masyarakat semakin akrab dengan transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Digitalisasi pembayaran merupakan bagian penting dalam perkembangan ekonomi saat ini. Karena itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar tentu mendukung berbagai upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital di tengah masyarakat,” katanya.
Ia berharap program Marpesta QRIS mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap transaksi digital yang mudah, cepat, dan praktis. Menurutnya, penggunaan QRIS juga dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dalam memperluas pilihan pembayaran bagi konsumen.
Kepada seluruh peserta, Wesly berpesan agar kompetisi tidak hanya berorientasi pada kemenangan.
“Junjung tinggi sportivitas, kekompakan, dan kebersamaan. Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan membangun jejaring yang lebih baik,” pesannya.
Wesly juga menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Pemko Pematangsiantar, BI, perbankan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
“Dengan sinergi yang kuat, saya yakin Pematangsiantar dapat menjadi kota yang semakin maju, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap aktif dan sehat melalui kegiatan olahraga,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menjelaskan, QRIS Padel Championship 2026 merupakan bagian dari rangkaian Marpesta QRIS KPw BI Pematangsiantar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pekan QRIS Nasional (PQN), serta Road to Marpesta QRIS 2026.
Mengusung tema “Padel & Pay: Speed Up Your Game, Speed Up Your Transaction, Go Cashless with QRIS”, kompetisi tersebut berlangsung selama dua hari, 15–16 Agustus 2026.
Selain kategori masyarakat umum, kompetisi juga menghadirkan kategori Executive yang diikuti unsur Forkopimda dan perbankan. Ajang tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan dan sinergi antarlembaga di Kota Pematangsiantar.
Ahmadi berharap kompetisi tersebut mampu memperluas akseptasi pembayaran digital sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem pembayaran digital di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada peserta kategori Lower Bronze Men dan Lower Bronze Women yang telah melewati babak penyisihan dan melanjutkan pertandingan ke babak knock-out.
“Junjung sportivitas dan ikuti kompetisi dengan baik. Semoga seluruh peserta mendapatkan pengalaman berharga, manfaat, serta hasil yang diharapkan,” ujar Ahmadi.
Perpaduan olahraga dan kampanye transaksi digital tersebut menjadi salah satu langkah kolaboratif dalam mendorong masyarakat Pematangsiantar semakin aktif, sehat, sekaligus adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

