Baru saja bebas dari penjara akibat kasus penculikan tahun 2016, Deni Riyanto kembali ditangkap polisi. Pria ini diduga kuat sebagai pelaku mutilasi dan pembakaran tubuh seorang perempuan, KW (51).
Deni merupakan warga Banyumas, Jawa Tengah, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan potongan mayat yang dibakar, yakni yang pertama kali ditemukan di Grumbul Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas.
Pelaku membakar potongan tubuh korban di dua lokasi berbeda. TKP pertama di Grumbul Plandi. Sedangkan yang kedua di Gorong-gorong, Sempor, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Dua lokasi itu letaknya berdekatan dan merupakan daerah perbatasan.
“Untuk pengakuan sementara, lokasi pembunuhan di daerah Puncak Bogor, Jawa Barat. Dari sana dia langsung menuju ke sini, ke Gombong dan proses pemotongan mayatnya atau mutilasinya dilakukan di perjalanan. Sambil jalan dia menepi langsung dipotong-potong di situ. Baru di Gombong ini, kemudian dibuang dan dibakar di lokasi (pertama),” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada wartawan di lokasi, Kamis (11/7) malam.
Ia menambahkan, dari lokasi pertama, pelaku kemudian membuang dan membakar potongan tubuh korban lainnya di Desa Watuagung, Tambak, Banyumas. Polisi pun melakukan olah TKP di wilayah Jalan Raya Klampok-Sempor, Kecamatan Gombong, Kebumen.
Di tempat itu polisi juga menemukan sisa-sisa pembakaran korban. Beberapa potongan tulang-tulang tubuh korban yang ditemukan di antaranya tulang pinggul dan tulang rusuk.
Pelaku membunuh korban yang merupakan warga Bandung, Jawa Barat, di kawasan Puncak, Bogor. Pelaku kemudian membakar tubuh korban untuk menghilangkan jejak di wilayah Banyumas dan Kebumen. Salah satu motif pelaku membunuh adalah hubungan asmara dan menguasai harta milik korban yakni mobil Toyota Rush berpelat nomor D atau Bandung, Jawa Barat. Mobil tersebut kemudian dijual di salah satu showroom mobil di Purwokerto. Diketahui, pelaku mengenal korban dari jejaring social Facebook.
“Pelaku membunuh korban di Puncak, Bogor dengan parang, kemudian sambil berjalan memutilasi korban,” paparnya.
“Pengakuannya seperti itu, malam hari dia di sini (jalan raya Klampok-Sempor), pagi baru geser kesana (Desa Watuagung). Di sini sekitar Senin dini hari. Di sini dibakar oleh dia tapi tidak sampai habis, dia langsung bergeser ke TKP yang pertama (Desa Watuagung) kita temukan,” katanya.
Sebelumnya, penemuan potongan tubuh ini dilaporkan oleh warga, Senin (8/7) sore. Awalnya warga melaporkan temuan potongan daging berukuran besar yang tampak hangus.
Lokasi penemuan potongan tubuh tersebut berada di jarak sekitar 50 meter dari batas Kabupaten Banjarnegara-Banyumas. Potongan tubuh manusia itu ditemukan di selokan pinggir jalan desa di tengah hutan pinus milik Perhutani. Kondisi lokasi ini sehari-hari sepi dan jarang dilalui penduduk. Letaknya pun jauh dari permukiman warga. (int)


Discussion about this post