Setelah melihat korban tak berdaya, istri korban langsung mengambil tindakan menggorok leher korban, hingga tewas.
“Pelaku (Haloho) menikami tubuhnya. Istrinya (Rosmalinda) menggorok leher,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Madina itu menambahkan dari hasil otopsi, ditemukan luka tusuk di dada dan luka gorok di leher.
Polisi juga mengetahui, motif pembunuhan tersebut, dilatarbelakangi oleh dendam Rosmalinda terhadap korban. Selama ini Rosmalinda mengaku sakit hati dan dendam, karena mereka sering bertengkar.
“Korban dan istrinya kerap bertengkar, kita tidak tahu apa alasan mereka bertengkar. Namun, pelaku sakit hati dan dendam, sehingga nekat menghabisi nyawa suaminya itu,” ujar Hendro.
Disinggung mengenai hubungan kedua pelaku, kata Hendro, polisi menduga kuat, ada hubungan spesial antara keduanya.
“Kita menduga, ada hubungan spesial mereka. Namun, polisi tidak fokus terhadap hubungan mereka. Kita fokuskan ke kasus pembunuhan ini,” terangnya.
Polisi awalnya berhasil meringkus Hardi Haloho saat minum tuak di warung tuak milik Tampubolon di Pasar 9, Binjai Barat. Polisi juga menembak kedua kakinya, karena berusaha melarikan diri ketika ditangkap.
Dia mengakui, kalau dia disuruh oleh Rosmalinda, istri korban. Berdasarkan pernyataan tersebut, polisi pun menangkap Rosmalinda dari rumah menantunya, Bilmar Saragih di Jalan Masjid, Dusun 2, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sabtu (14/4) pagi. (Jufri)




Discussion about this post