Malang nian yang dialami YS (20) mahasiswi di Akademi Kebidanan F di Kota Pematangsiantar . Ia diperkosa sopir angkot di perkebunan sawit Kelapa Dua Kelurahan Setia Negara. Usai korban melapor, polisi meringkus empat pelaku, Sabtu (15/9/2018).
Kejadian yang dialami korban terjadi pada Minggu 9 September 2018. Saat itu, ia di Jalan Sutomo hendak pulang ke asrama usai belanja dari Pasar Horas. Lalu, ia menaiki angkot koperasi pengangkutan beringin (KPB) bernomor polisi BK 1227 WQ.
Dalam angkot itu, korban duduk di belakang bersama penumpang lainnya termasuk 3 pelaku. Selanjutnya angkot meluncur ke arah Jalan Parapat, simpang dua Kecamatan Siantar Marimbun menjelang malam.
Setelah penumpang lainnya turun, sang sopir bernama Jefri Butar-butar meminta korban duduk di bangku depan. Tanpa curiga, korban pun menurutinya. Sedangkan tiga rekan Jefri ada di dalam angkot layaknya penumpang.
Sesampainya di Simpang 2 dekat jembatan timbang, angkot kemudian melaju ke arah Jalan Sisingamangaraja menuju kampus Akbid F yang terletak di Jalan Pdt.J Wismar Saragih Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara.
Namun, dalam perjalanan, sopir malah mengarahkan angkot yang dikendarainya ke arah simpang Jalan Viyata Yuda menuju lokasi perkebunan sawit. Korban yang merupakan warga Desa Pardomuan 1 Kecamatan Pangururan Kabupatan Samosir ini mengira sang sopir mengantar ketiga penumpang tersebut.
Setibanya di TKP, Jefri sang sopir mengancam korban dengan sebilah pisau cutter. Korban dipaksa buka pakaiannya, akan tetapi korban menolak.
Pelaku pun kemudian geram, lalu membuka paksa pakaian yang dikenakan korban hingga memperkosanya. Meski korban meronta dan menangis, pelaku malah tak peduli. Sedangkan pelaku lainnya menyikat uang Rp 600 Ribu dari dalam tas milik korban yang diletakkannya pađa dashboard depan angkot itu.
Berikutnya keempat pria itu bergegas meninggalkan korban, namun korban memohon agar diantar pulang ke asrama tempat dia belajar.
Meski begitu, pelaku menuruti permintaan korban, hanya saja korban diturunkan di seputaran kompleks perumahan kelapa dua.
Setibanya di Jalan Patroli, korban nekat melompat dari angkot. Mengetahui itu, pelaku pun tancap gas dan kabur.
Beruntung, ada warga yang menolong korban setelah menceritakan kejadian yang baru dialaminya.
Selanjutnya korban diantar pulang ke asrama membuat pengaduan ke Mapolres setempat.


Discussion about this post