NEWSCORNER.ID – Di tengah keterbatasan yang dihadapi oleh orangtuanya yang tunanetra, Septiana Hirawati Pasaribu (21) telah membuktikan bahwa kegigihan dan harapan dapat membawa keberhasilan yang luar biasa. Baru-baru ini, Septiana berhasil meraih gelar Sarjana Bahasa Inggris dengan predikat cum laude dari Universitas HKBP Nommensen.
Septiana Pasaribu dan Mimpi Besarnya Berjuang Bersama Keluarga Tunanetra: Menembus Batas Keterbatasan untuk Sukses
Dalam perbincangan dengan reporter Tribun-Medan.com, Septiana mengungkapkan kegembiraan dan rasa tanggung jawab yang besar atas pencapaiannya. “Saya merasa terhormat dan bertanggung jawab atas prestasi ini,” ujar Septiana.
Tumbuh di Jalan H. Ulakma Sinaga, Kabupaten Simalungun, Septiana menghadapi kehidupan dengan optimisme dan dukungan kuat dari keluarganya. “Orangtua saya telah mengajarkan saya bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Mereka selalu mendukung saya dalam setiap langkah,” kata Septiana dengan penuh semangat.
Menatap masa depan, Septiana berharap dapat menggunakan ilmunya untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi keluarganya dan masyarakat. Saat ini, ia berencana untuk tetap di Pematang Siantar, dekat dengan orangtuanya, mengingat saudara-saudaranya berada di Bali.
Keluarga Septiana, terutama orangtuanya, merasa sangat bangga dan terharu dengan pencapaiannya. “Melihat anak kami lulus dengan predikat cum laude merupakan momen yang sangat membanggakan,” ujar ibunda Septiana, Nurmaida br Haloho.
Sementara itu, Septiana, dengan penuh harapan dan determinasi, berencana untuk masa depan yang cerah. Ia ingin membuktikan bahwa dengan kegigihan dan dukungan keluarga, tidak ada batas untuk apa yang dapat dicapai. Kisah hidupnya tidak hanya tentang prestasi akademis, tetapi juga tentang kekuatan, cinta, dan dukungan keluarga dalam menghadapi tantangan. (*)



