Dua orang pelajar tenggelam di Danau Toba, tepatnya di perairan Lumban Pasir Desa Sibandang, Kecamatan Muara Kabupaten Taput pada Minggu (18/6) sekitar pukul 17.50 WIB.
Kedua pelajar, Cinta Elizabeth Marbun (16) warga Jalan Tuar, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Sumut dan Aloi Syahputra Siagian (17) warga Gajah Mati, Desa Bukit Bintang Indah, Kecamatan Lauser, Propinsi Aceh yang masih memiliki hubungan keluarga itu ditemukan tewas pada Senin (19/6) pagi.
Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, M.H melalui Kasi Humas Ipda B. Gultom, SH membenarkan adanya peristiwa tersebut
Di mana menurut keterangan saksi yang dihimpun, yakni; RMS (14 ) dan CS (13 ) keduanya warga Desa Sibandang, Kecamatan Muara Taput, saat itu mereka bersama-sama hendak mandi ke Danau Toba di daerah Pulau Sibandang.
Setelah tiba di pinggir pantai, korban Elizabeth Marbun melompat ke Danau Toba namun tidak bisa berenang. Akhirnya dia meronta-ronta di air meminta tolong.
Melihat itu, saudaranya Putra Siagian berusaha menolong dengan mengulurkan satu tangannya dan satu tangan memegang pinggir kapal yang sedang bersandar di labuhan.
Namun Putra Siagian tidak sanggup menarik dengan satu tangan, lalu ia melompat ke Danau Toba dan berusaha untuk menolong. Namun Elisabet Marbun memeluknya sehingga asa tidak bisa bergerak dan keduanya pun tenggelam.
Setelah melihat keduanya sudah tidak muncul, kedua saksi pun melaporkan kepada warga sekitar untuk melakukan pencarian.
Warga sekitar bersama Personil Polsek dan koramil muara pun turut melakukan pencarian namun tidak berhasil.
Kemudian mereka menghubungi Tim SAR dari Parapat, malam itu Tim SAR pun tiba serta melakukan pencarian hingga pukul 21
.00 WIB, namun tidak berhasil menemukan korban.
Lalu keesokan harinya, Senin (19/6) masyarakat sekitar, Uspika Muara , BPBD Pemkab Taput serta Tim Sar kembali melakukan pencarian.
Hingga akhirnya sekitar pukul 8.30 WIB, keduanya berhasil ditemukan Tim SAR. Namun saat ditemukan keduanya dengan keadaan sudah meninggal dunia.
Saat di temukan kedua korban saling berpelukan tidak jauh dari posisi pertama mereka hanyut di kedalaman Danau Toba diperkirakan 11 meter.
Kasi Humas menambahkan, kedua korban sebelum meninggal mereka berkunjung ke rumah pamannya di Desa Sibandang, Kecamatan Muara.
Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono, S.E., M.M. mengatakan setelah pihaknya mendapat info pada Minggu malam, Tim langsung menuju lokasi.
“Begitu dapat info, tim langsung ke lokasi melalui jalur air menggunakan RIB (Regead Inflatable Boat) dengan membawa peralatan selam, alat pendeteksi sonar di bawah air dan keselamatan air namun hingga malam hari dilakukan pencarian korban tak kunjung ditemukan hingga dilanjutkan pagi tadi,”sampainya
” Pencarian menggunakan alat Aqua Eye yang berfungsi mendeteksi keberadaan korban di bawah air melalui sonar kemudian setelah lokasi ditemukan selanjutnya Tim penyelam melakukan penyelaman dan sekitar Pukul 08.52 WIB korban akhirnya ditemukan pada kedalaman sekitar 11 meter dalam keadaan meninggal dunia,” tambahnya.
Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.(Friska)


Discussion about this post