Sesampainya di warung tersebut, Gismar langsung memberikan sebilah pisau yang dibawanya tersebut kepada Sandro Simanjuntak sambil mengatakan agar Sandro membunuh sesuai dengan pernyataannya sebelumnya. ” Bunuhlah, siapa yang mau kau bunuh,” ujarnya. Ditantang, Sandro Simanjuntak pun mengambil sebilah pisau tersebut.
Setelah itu Charles Simanjuntak pergi lalu Gismar mengajak Sandro Simanjuntak untuk minum tuak di tempat lain Sepakat, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan berboncengan dengan menggunakan septor Honda Beat milik Gismar.
Di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar kebun jagung milik Kolbert Simanjuntak, Sandro meminta Gismar untuk menghentikan sepedamotornya. Alasannya ia ingin buang air kecil.
Permintaan Sandro pun dipenuhinya, ia menunggu di atas sepedamotornyaonya. Saat ia menunggu Sandro memanggilnya datang ke ladang itu dan menanntangnya.
“Kemarilah, tidak takut aku sama kau,” tantang Sandro.

Gismar pun mendatangi Sandro Simanjuntak. Melihat sebilah pisau di tangan kiri Sandro, Gismar pun berusaha merebutnya dan terjadi perkelahian diantara mereka.
Dalam pertarungan itu, Gismar berhasil mengambil sebilah pisau dari tangan Sandro. Ia lalu membacokkan pisau tersebut berkali -kali dan mengenai kepala dan dada Sandro Simanjuntak.
Sandro Simanjuntak terjatuh dan tak bergerak lagi. Gismar pun sempat mengoyang-goyangkan badan Sandro Simanjuntak yg tidak bergerak lagi sambil mengatakan ” Sudah matinya kau Sandro” .
Malam yang tragis, dua pria semarga itu bertarung entah untuk apa.
Gismar beranjak dan menancapkan sebilah pisau tersebut di batang pohon aren lalu pergi meninggalkan Sandro yang telah terkapar bersimbah darah.
Polisi yang mendapat informasi kejadian tersebut pun melakukan serangkaian penyelidikan. Sandro telah dimakamkan dan kini Gismar menjalani pemeriksaan setelah menyerahkan diri.(Vay)




Discussion about this post