Keharmonisan antarumat beragama di Kota Pematangsiantar kembali terlihat dalam audiensi antara panitia Jubileum 75 Tahun GKPS Jalan Sudirman dengan Wesly Silalahi. Dalam pertemuan tersebut, Wesly menerima undangan resmi untuk menghadiri perayaan puncak yang akan digelar pada 12 April 2026 mendatang.
Audiensi berlangsung di Command Center Lantai II Balai Kota Pematangsiantar, Kamis (05/03/2026) siang. Panitia yang hadir di antaranya Pendeta GKPS Resort Siantar I Pdt Marlan Damanik, Vorhanger St Jan Ridwan Sumbayak, Ketua Panitia dr Irene Damanik, serta jajaran pengurus lainnya.
Dalam kesempatan itu, Irene menjelaskan bahwa GKPS Jalan Sudirman merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua di Kota Pematangsiantar yang akan genap berusia 75 tahun pada 1 April 2026.
“Perayaan Jubileum akan kami laksanakan pada 12 April. Kami berharap dukungan dari Bapak Wali Kota sekaligus mengundang untuk hadir dan beribadah bersama,” ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah rangkaian kegiatan yang akan digelar, seperti penanaman pohon di sekitar gereja hingga penyusunan buku sejarah GKPS Jalan Sudirman sebagai bentuk refleksi perjalanan panjang gereja tersebut.
Menanggapi undangan tersebut, Wesly menyambut baik dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Jubileum. Ia menilai, GKPS Jalan Sudirman memiliki peran penting dalam sejarah dan kehidupan sosial masyarakat Pematangsiantar.
Tak hanya itu, Wesly juga menawarkan dukungan tambahan berupa pemasangan fasilitas air siap minum di lingkungan gereja, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah rumah ibadah di kota tersebut.
“Kalau berkenan, kami bisa pasang fasilitas air siap minum di GKPS Jalan Sudirman. Ini sudah diterapkan di beberapa gereja dan masjid di Pematangsiantar,” ungkapnya.
Tawaran tersebut langsung mendapat respons positif dari pihak gereja. Pendeta Marlan Damanik menyambut baik rencana tersebut karena dinilai akan sangat membantu kenyamanan jemaat.
Audiensi ini menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun kehidupan yang harmonis dan saling mendukung di Kota Pematangsiantar.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi, nilai toleransi dan kebersamaan terus dijaga, sekaligus diwujudkan melalui dukungan nyata bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang. (*)

