Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan. Hal itu terlihat saat dirinya menghadiri pelantikan Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar Masa Bakti 2026-2031 yang berlangsung di halaman Kantor PD Al Jam’iyatul Washliyah, Jalan Brigjen Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Sabtu (13/06/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi dan kedua putrinya, Sarah Silalahi serta Olivia Silalahi, menyerahkan santunan kepada anak yatim sebesar Rp15 juta sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap kegiatan keumatan.
Di hadapan para pengurus yang baru dilantik, Wesly menyampaikan apresiasi atas kontribusi Al Jam’iyatul Washliyah yang selama ini berperan aktif dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembinaan umat di Kota Pematangsiantar.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kota Pematangsiantar,” ujar Wesly.
Menurutnya, Al Jam’iyatul Washliyah sebagai organisasi Islam yang memiliki sejarah panjang di Indonesia diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebersamaan.
Wesly juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah, silaturahmi, dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kota ini. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, agar pembangunan berjalan lebih baik dan manfaatnya dirasakan seluruh warga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wesly turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Pematangsiantar sebagai kota yang rukun, toleran, dan penuh kebersamaan. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kota Pematangsiantar harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Provinsi Sumatera Utara, Dr H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MSP MH CIRBC CWC, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk menandai dimulainya pengabdian kepengurusan baru periode 2026-2031.
Ia menegaskan bahwa Al Jam’iyatul Washliyah merupakan organisasi independen yang tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun serta terus berkomitmen memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa.
Dedi juga mengapresiasi capaian Kota Pematangsiantar yang berhasil meraih peringkat keempat Kota Toleran di Indonesia. Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari kerja sama dan kekompakan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah daerah.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada Wesly Silalahi yang akan mengikuti pendidikan Lemhannas di Jakarta dan Singapura. Menurut Dedi, kesempatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan kepada pemimpin yang dinilai memiliki kapasitas dan kualitas kepemimpinan.
Sementara itu, Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar yang baru dilantik, Muhammad Ishak Hutasuhut, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam menjaga kerukunan umat dan mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan keumatan.
“Al Washliyah siap berkolaborasi agar Pematangsiantar bisa meraih peringkat pertama Kota Toleransi se-Indonesia,” tegasnya.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus dirangkai dengan kegiatan penyantunan anak yatim yang menjadi simbol kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama.
Kehadiran Wesly Silalahi beserta keluarga dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam mendukung kegiatan keagamaan, memperkuat harmoni sosial, dan membangun sinergi bersama organisasi kemasyarakatan demi mewujudkan Pematangsiantar yang religius, toleran, dan semakin maju.


