Bakal calon Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi Siap mengusulkan revisi luas kawasan hutan di Kabupaten Simalungun. Hal itu akan dilakukannya setelah ia dan pasangannya Radiapo Hasiholan Sinaga (RHS) menjabat Bupati-Wakil Bupati Simalungun.
Pria yang masih menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu menerangkan, tidak bisa dipungkiri ada sejumlah kawasan pemukima penduduk di Kabupaten Simalungun yang ternyata masuk kawasan hutan. Padahal, sudah turun-temurun warga tinggal di kawasan itu.
“Kan tidak logis. Masak sudah berpuluh tahun jadi kawasan pemukiman, malah disebut daerahnya masuk kawasan hutan? Jadi, apabila kita diberikan kepercayaan, akan bersama-sama dengan masyarakat mengajukan kepada pemerintah pusat supaya membuat tempat tinggal masyarakat benar-benar menjadi kawasan
pemukiman, bukan kawasan hutan,” terang Zonny Waldi yang kerap disapa Bang ZW saat berbincang dengan sejumlah wartawan, di Warung Kopi Hitam Putih, Jalan MH Sitorus Pematangsiantar, Kamis (20/8/2020) malam.
Menurut mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Simalungun ini, masyarakat yang tinggal di wilayah yang masuk kawasan hutan, jangan khawatir dan ketakutan.
“Kita akan jalankan program usulan revisi luas kawasan hutan. Wilayah tempat tinggal penduduk harus benar-benar jadi kawasan pemukiman. Harus dilakukan revisi. Nah, di sinilah perlunya kehadiran pemerintah daerah menuntaskannya. Supaya masyarakat jangan takut lagi,” sebut suami dari Hj Hidayah Herlina Gusti Nasution yang saat ini duduk di Komisi B DPRD Sumut yang juga membidangi kehutanan.
Dalam kesempatan itu, ZW menceritakan awal pertemuannya dengan RHS. Beberapa waktu lalu, kata ZW, ia menyambangi sejumlah kantor partai politik (parpol) di Kabupaten Simalungun.
“Sebenarnya, awalnya saya niat maju sebagai calon Bupati Simalungun. Jadi saya mulai road-show untuk mendaftar ke sejumlah parpol. Nah, ada beberapa kali saya bertemu Pak RHS di kantor parpol,” jelas ZW.
Hingga kemudian, saat ada kegiatan salah satu parpol dengan agenda penyampaian visi dan misi calon bupati di salah satu hotel di Kota Pematangsiantar, keduanya kembali bertemu. Ternyata, pertemuan itu mengesankan, baik bagi RHS maupun ZW.
“Ternyata saya dan Pak RHS memiliki visi misi yang sama, yakni terpanggil mengabdi mewujudkan Simalungun yang Sejahtera dan Bermartabat,” tukas ZW.
Pasca kegiatan tersebut, komunikasi keduanya berlanjut. Bahkan semakin intens, baik bertemu langsung maupun melalui telepon.
“Ada niat tulus dari hati Pak RHS. Saya pun merasa cocok dan kami memiliki kesamaan visi misi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Simalungun. Jadi kami mantapkan berkolaborasi mewujudkan visi misi itu. Pak RHS sebagai calon bupati dan saya mendampinginya sebagai calon wakil bupati,” jelas ZW.
Lebih lanjut dikatakan ZW, bersama RHS ia telah memiliki program yang diyakini mampu meningkatkan pelayanan dan pembangunan demi mewujudkan Simalungun Sejatera dan Bermartabat.
Dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, sambungnya, perlu dilakukan upaya peningkatan
kemampuan masyarakat dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki keahlian dalam pengembangan diri, serta bisa menciptakan lapangan kerja.
“Peran Balai Latihan Kerja (BLK) sangat besar untuk menciptakan tenaga kerja
yang memiliki skill dan disiplin. Juga pelatihan terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yakni berkolaborasi dengan program pemerintah pusat,” katanya.
“Saya kan pernah jadi Kadis Sosial di Simalungun. Dulu waktu di Dinas Sosial Simalungun, kita sudah pernah menjalankan program peningkatan kesejahteraaan masyarakat, serta memberdayakan ekonomi
kerakyatan,” tambahnya.
Masih kata ZW, dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat juga perlu diselaraskan dengan perkembangan ilmu lengetahuan dan teknologi (iptek). Penyelarasannya, dengan memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat terlibat langsung dalam upaya pengembangan ekonomi digital, dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
“Pengembangan teknologi tepat guna sangat bermanfaat bagi masyarakat di pedesaan,” tukasnya.
Untuk pariwisata, sambung ZW, ia dan RHS berpendapat, potensi wisata di Kabupaten Simalungun sangat banyak dan seharusnya sudah lebih maju
dari daerah lain. Khusus kawasan Danau Toba, lanjutnya, Kabupaten Simalungun memiliki bibir pantai Danau Toba yang
lebih panjang dengan daerah lain. Sehingga sudah selayaknya lebih prioritas pengembangannya dibandingkan daerah lain yang sama-sama berada di kawasan Danau Toba.
“Supaya Simalungun memiliki porsi yang lebih besar, program pengembangan wisatanya harus sejalan dengan program yang sudah disusun pemerintah pusat. Selain sejalan, juga dibangun komunikasi intens dengan Kementerian Pariwisata supaya kementerian lebih memberikan
perhatian untuk Simalungun,” tandasnya.
Diterangkan ZW, untuk pengembangan potensi destinasi, juga harus diselaraskan dengan
mengutamakan produk lokal yang diciptakan sendiri oleh masyarakat.
Masyarakat, dalam memajukan potensi wisata, kata ZW, harus dilibatkan secara langsung. Sehingga, masyarakat juga merasa memiliki dan berkewajiban memajukan wisata, Danau Toba maupun destinasi wisata lainnya yang ada di Simalungun. (*)


Discussion about this post