Serangan ulat daun tak menyurutkan semangat petani jagung di Kota Pematangsiantar. Di tengah ancaman kerusakan tanaman, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara justru turun langsung ke lahan pertanian untuk memantau kondisi tanaman sekaligus memberikan motivasi kepada petani.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kahean AIPDA H.E. Pane menyambangi lahan jagung milik petani binaannya di Jalan Rakutta Sembiring, Kecamatan Siantar Martoba, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus memastikan perkembangan tanaman dan kondisi petani di lapangan.
Kapolsek Siantar Utara IPTU Nana Sandra, SH mengatakan, petani binaan bernama Kandar mengelola lahan jagung seluas kurang lebih lima rante. Saat dilakukan pemantauan, tanaman jagung tersebut telah berusia sekitar 30 hari.
Namun, terdapat persoalan yang harus dihadapi petani. Sebagian tanaman jagung mengalami kerusakan akibat serangan ulat daun.
Meski demikian, AIPDA H.E. Pane terus memberikan semangat kepada Kandar agar tidak patah arang dan tetap melakukan perawatan tanaman secara maksimal.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani menjaga kondisi tanaman hingga memasuki masa panen, sehingga hasil yang diperoleh nantinya tetap optimal.
Bhabinkamtibmas juga mengimbau agar hasil panen jagung nantinya dapat dipasarkan melalui Bulog sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.
Tak hanya soal pertanian, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 secara gratis apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan kamtibmas.
IPTU Nana Sandra menegaskan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah petani merupakan bentuk kepedulian Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga ikut mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
> “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Kami ingin memastikan para petani merasa didampingi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga stabilitas pangan,” ujar Nana Sandra.
Di tengah tantangan serangan hama, dukungan dan pendampingan tersebut menjadi penyemangat bagi petani untuk tetap mengolah lahannya. Sinergi antara Polri dan masyarakat pun diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Pematangsiantar.



