Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Tapanuli Selatan akhirnya mengungkap peristiwa pembunuhan yang terjadi di perladangan jagung, Desa Purba Tua, Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Peristiwa naas yang menimpa Sandro Simanjuntak pada Minggu (26/8) malam itu pun menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat. Pembunuhan terhadap Sandro dilakukan oleh seorang pria bermarga Simanjuntak dan di ladang milik semarganya pula.
Disampaikan Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa kepada Newscorner.id Selasa(4/9) siang, pelaku telah menyerahkan diri ke polisi.
“Tadi pagi bang, pelakunya menyerahkan diri, ketakutan dianya,” terang kasat reskrim.

Awalnya perkara yang menyebabkan nyawa melayang ini dipicu hal sepele di kedai tuak. Malam itu Minggu 26 Agustus 2018 sekitar pukul 20.00 WIB, Gismar Simanjuntak sedang minum tuak di samping kedai Alpon Simanjuntak.
Tak lama datanglah anak Gismar. Hercules Siamanjuntak datang membawa kotak musik ke tempat itu. Sedang asik tetiba Hercules didatangi dan diganggu Sandro.
Tak terima, Hercules pun memaki Sandro dengan kata-kata kasar “Buj*ng”.
Sandro Simanjuntak pun tidak terima atas makian tersebut, lalu mengatakan kepada anak Hercules siapa yang mengajarinya akan dibunuhnya.
“Siapa yang mengajarimu, biar aku bunuh. Bapakmu yang ngajari biar aku bunuh,” sebut Sandro kepada Hercules.
Perkara tersebut belum usai, Gismar pun pulang bersama Hercules anaknya ke rumah. Ia mengambil sebilah pisau lalu kembali lagi ke warung tersebut dan bertemu dengan Sandro Simanjuntak dan Charles Simanjuntak.




Discussion about this post