Danau Toba sebagai danau terbesar di Indonesia yang dihasilkan letusan gunung berapi memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan. Kawah letusan gunung seluas 1.130 km² ini menyimpan sejumlah sumber daya alam yang dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
Hal tersebut pun mendapat perhatian dari Bank Indonesia. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara pun menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) lembaga yang diberi wewenang oleh pemerintah untuk mengembangkan dan memajukan kawasan Danau Toba.
Harapan baru tentunya bagi warga masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba. Kesepakatan kedua lembaga tersebut pun resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Jumat (17/11) sekitar pukul 16.00 WIB di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara.
Penandatanganan kesepakatan tersebut pun menjadi rangkaian dari program Bank Indonesia “Pengembangan Ekonomi Di Kawasan Danau Toba”.
Kepala Kpw BI Provinsi Sumatera Utara Hilman Tisnawan menyampaikan bahwa pariwisata menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, setidaknya karena tiga hal. Tiga hal yang mendasarinya yakni saat ini kita tidak bisa lagi menggantungkan pada ekspor komoditas, terutama yang memberikan nilai tambah yang rendah, di tengah perbaikan ekonomi global yang masih lambat.
Selain itu sektor pariwisata memiliki keterkaitan antar sektor yang kuat sehingga pengembangan sektor ini memberikan dampak yang besar dan cepat, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja. Ditambah lagi tren masyarakat yang saat ini memilih berwisata dan berbelanja, karena didukung oleh penetrasi teknologi yang cepat serta masuknya era sharing economy dimana akses informasi dan transaksi begitu cepat dan mudah.
Hilman juga menilai bahwa komposisi penduduk usia muda yang mendominasi struktur generasi Indonesia serta pendapatan yang semakin meningkat
juga berpeluang mendorong industri pariwisata untuk terus bertumbuh.
“Pengembangan pariwisata penting karena dapat meningkatkan sumber penerimaan negara dan mengurangi potensi devisa keluar. Secara sederhana, apabila devisa meningkat maka stabilitas nilai tukar dapat terjaga sehingga pada gilirannya memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi ke depan,” sampainya.
Berangkat dari hal tersebut maka Bank Indonesia pun merasa terpanggil untuk berkontribusi nyata mendukung sektor pariwisata ke depan melalui penguatan 3A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas) dan 2 P (Promosi dan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha).
Pada tahun 2017, jumlah kunjungan wisman ke Sumatera Utara mencapai 261 ribu orang, meningkat 11,8% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Data di tingkat ritel juga menguatkan adanya peningkatan aktivitas wisatawan di Sumatera Utara, tercermin dari kenaikan transaksi penjualan rupiah oleh Money Changer Berizin di Sumatera Utara dari Rp1,1M pada tahun 2016 menjadi Rp1,3M tahun 2017, meningkat 17% (yoy).
Dalam hal pertumbuhan jumlah wisman, capaian Sumatera Utara lebih baik dibandingkan beberapa destinasi lainnya seperti Mandalika dan Labuan Bajo. Namun sayangnya ketika dilihat dari durasi tinggal dan nilai belanja wisman, realisasi Sumatera Utara saat ini masih dibawah nasional, yaitu 6,01 hari sementara angka nasional mencapai 8,53 hari.
Secara umum kata Hilman, beberapa pencapaian menguatkan fakta yang menjadi indikasi bahwa sektor pariwisata berpotensi
dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan baru. Namun meski memiliki potensi yang tinggi, pengembangan destinasi pariwisata toba masih menghadapi berbagai hambatan. Secara garis besar, kondisi akses, atraksi, dan amenitas KSPN Danau Toba masih perlu dioptimalkan.
“Dari sisi SDM, data kami menunjukkan kita masih dihadapkan dengan permasalahan melek pariwisata. Trip Advisor juga mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki mulai dari pengelolaan lingkungan pariwisata yang belum dilakukan dengan pelayanan standar, masalah kebersihan yang menjadi perhatian wisatawan, hingga ketersediaan fasilitas umum dan jasa pendukung di area wisata yang dinilai belum memadai,” jelasnya.
Kondisi tersebut selanjutnya menguatkan Bank Indonesia untuk berkomitmen menjadi bagian dalam pengembangan destinasi kawasan pariwisata Toba ke depan. Maka dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Pengembangan Ekonomi di Kawasan Danau Toba dengan BPODT.
“Saat ini kami juga sedang mengembangkan berbagai spot atraksi di kawasan Danau Toba, diantaranya adalah Desa Sigapiton yang dikembangkan oleh Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Desa Muara Sibandang yang dikembangkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga,” paparnya.
Pengembangan spot atraksi dimaksud akan dititikberatkan pada kekuatan lokal setempat serta melibatkan partisipasi aktif warga, seperti Desa Sigapiton dengan basis pertanian dan Desa Muara dengan basis kerajinan ulosnya.
“Ke depan, kami juga berkomitmen menambah pengembangan spot atraksi lainnya di Kabupaten Samosir,” sambungnya.
Menyambut Kerjasama tersebut, Direktur BPODT Arie Prasetyo menyampaikan salah satu program yang sedang dan akan berjalan bersama BI adalah terkait pengembangan ekonomi dalam hal komoditas pertanian.
Sebagai tindak lanjut, dilaksanakan penanaman benih bawang merah di Desa Sigapiton. Desa ini dulunya menjadi salah satu desa yang terkenal sebagai penghasil bawang merah di Danau Toba.
“Untuk membangkitkan ekonomi lokal kita bekerjasama dengan BI serta lewat program CSR mereka untuk membantu dan melatih para petani lokal agar lebih giat kembali menanam bawang merah,” ujarnya.
Arie berharap dalam waktu beberapa bulan ke depan ekonomi Desa Sigapiton dapat menjadi produktif kembali. Desa tersebut dapat diperhitungkan kembali menjadi salah satu penghasil bawang merah dan berbagai komoditas seperti kopi yang berkualitas di Kawasan Danau Toba
“Desa Sigipiton juga memiliki pertanian padi dan kopi yang cukup bagus. Seperti diketahui, kopi adalah komoditas yang juga dapat menarik potensi wisatawan lokal dan mancanegara,” tambahnya.
Saat ini untuk memperkuat layanan sistem pembayaran, Bank Indonesia pun bekerjasama dengan 4 bank, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan sistem pembayaran digital di kawasan destinasi pariwisata Toba. Pada kesempatan ini, sebagai wujud komitmen dimaksud, 4 bank akan memberikan fasilitas EDC kepada 20 merchant di area wisata Danau Toba.(Vay)




Discussion about this post