Pegawai Perusahaan Daerah (PD) Laju Mandiri Bekasi, Sariman (35) tewas di lokasi kerjanya di tempat pengolahan limbah plastic, di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Sariman tewas setelah tubuhnya masuk ke mesin penggilingan sampah.
“Iya betul ada kejadian itu. Korban meninggal seketika,” kata Kapolsek Bantargebang Kompol Siswo, Jumat (18/1/).
Peristiwa terjadi Kamis (17/1). Korban yang bekerja di PD Laju Mandiri RT 02/04, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, bertugas memasukkan limbah plastik ke mesin.
“Jadi saat kejadian itu, dia kan sama temannya yang berada di bawah. Temannya tidak tahu kalau dia masuk ke mesin,” ungkap Siswo.
Korban diketahui tergiling mesin setelah teman korban melihat ada ceceran darah keluar dari mesin. Saksi juga merasakan mesin giling sedikit macet.
“Kemudian saksi melihat mesin tersebut seperti mengeluarkan darah dan melihat seperti kaki di dalam mesin,” imbuhnya.
Teman korban bergegas mematikan mesin gilingan tersebut dan meminta bantuan warga sekitar. Jasad Sariman ditemukan dalam kondisi hancur dan tidak berbentuk.
“Jadi saat ditemukan, itu kondisinya ya sudah hancur, kayak daging cincang saja, tulang-tulangnya juga hancur,” kata Siswo.
Jasad Sariman nyaris tak bersisa ketika ditemukan tergiling mesin. Sebab, mesin saat itu terus bekerja sebelum akhirnya temannya melihat ada ceceran darah keluar dari mesin.
“Yang bersisa hanya kakinya,” imbuhnya.
PD Laju Mandiri tempat Sariman bekerja merupakan perusahaan pengolahan limbah plastik. Terdapat sebuah mesin untuk menghancurkan plastik sebelum didaur ulang.
“Itu mesin kan buat menggiling limbah plastik dari mulai botol plastik, ember, segala macam juga bisa dan keluarnya dalam bentuk kepingan,” lanjutnya.
Korban sendiri, bertugas memasukkan limbah plastik ke mesin.
“Korban tugasnya memasukkan limbah ke dalam mesin, dia posisinya di atas. Kalau temannya di bawah, dia tugasnya ngerukin limbah yang sudah hancur,” ungkapnya. (dtc)




Discussion about this post