Sekitar pukul 09.15 WIB, awalnya terdapat massa yang berjumlah sekitar 50 orang yang bergerak dari titik kumpul menuju tempat kampanye salah satu paslon.
Namun di tengah berlangsungnya kampanye ada beberapa penyusup yang sengaja melempari paslon yang sedang kampanye yang sengaja membuat kegaduhan untuk membuat situasi tidak kondusif.
Dengan tegas petugas Pengaman tertutup Polres Nias langsung mengambil tindakan tegas dengan mengamankan beberapa oknum tersebut dan situasi aman dan kondusif.
Hal ini diperagakan saat Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Polres Nias dengan skenario demo anarkis yang terjadi di Kantor KPUD.
Dalam skenarioa selanjutnya sekira pukul 09.$5 Wib massa berkumpul kembali di TPS 03 untuk melakukan simulasi pencoblosan namun di duga adanya kecurangan yang dilakukan oleh kpps di tps sehingga masyarakat yang melakukan pencoblosan marah.
Situasi di tps tidak kondusif namun bisa di kendalikan petugas pengamanan sehingga situasi aman dan kondusif. Setelah situasi aman dan pecoblosan selesai petugas linmas dan petugas pengawal kotak suara membawa kotak suara ke kantor camat untuk di kumpulkan.
Di tengah perjalanan petugas pengawalan di berhentikan oleh OTK lalu kotak suara tersebut direbut oleh OTK yang berjumlah 4 orang dengan begitu petugas pengawalan melaporkan kejadian tersebut kepada kabag ops selanjut nya kabag ops memerintahkan personil Sat Sabhara untuk mengejar dan mengaman kan kotak suara dan pelaku ke Polres Nias, situasi aman dan kondusif.
Akhirnya Massa semakin bertambah sejumlah 300 orang berkumpul menuju kantor KPU mereka membawa spanduk bertuliskan ‘Bakar KPU, KPU Curang’.
Tim Negosiator dari Sat Binmas dan Polwan Polres Nias, diturunkan untuk bernegosiasi dengan massa. Massa yang semakin anarkis, membuat tim negosiator harus mundur dan digantikan tim Dalmas Lanjut yang dilengkapi tameng dan senjata gas air mata, mencoba mengurai massa.
Namun massa semakin bertambah dari arah kota, Kabag Ops langsung bertindak menutup perbatasan untuk menghalau tambahan massa dari daerah lain.
Massa yang bertindak semakin anarkis dan melawan petugas terpaksa membuat Kabag Ops Polres, mengambil tindakan pencegahan.
Kabag Ops juga menurunkan tim raimas yang bersenjata lengkap dan gas air mata untuk mengurainya, massa yang melempari petugas tidak terkontrol.
Saat itu Polres juga menurunkan mobil Pemadam Kebakaran dari Pemko Gunungsitoli, tim Resmob Polres Nias diturunkan untuk memberikan tindakan tegas kepada masa yang semakin anarkis sehingga tim raimas menembakan senjata ke arah pengunjuk rasa sehingga 2 orang provokator tergeletak di lapangan.
Adanya 2 orang pengunjuk rasa yang tergeletak massa yang lain mundur membubarkan diri dan Polres Nias berhasil mengamankan situasi dengan aman dan kondusif. Selanjutnya pasukan Polres Nias melakukan Apel Konsilidasi.




Discussion about this post