Proyek Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) di Lokasi Pasar Jepang, Kecamatan Teluk dalam, Kabupaten Nias Selatan, mengundang perhatian masyarakat, keadaan proyek ini belum dipergunakan telah mengalami kebocoran pada bagian atap, plafon bangunan tersebut terlihat banyak rembesan air di beberapa bagian bangunan.
Proyek Dinas Perindag ini bersumber dari anggaran daerah TA. 2018, dikerjakan CV. Cemara Indah dengan Pagu dana Rp 800 juta. Proyek ini telah Serah Terima Pertama Pekerjaan / Provisional Hand Over ( PHO ), oleh PPK An.Rahmat Tatema Halawa.
Tatema Halawa saat dikonfirmasi oleh media ini Selasa 30/04/2019 mengatakan “akan memanggil rekanan proyek agar memperbaiki pekerjaan yang diduga asal – asalan juga menyampaikan proyek tersebut masih dalam pemeliharaan selama 180 hari kalender, saya sebagai PPK berterima kasih atas informasi yang diberi, saya tidak tau selama ini proyek tersebut masih bermasalah”, ucapnya.
Sambung Rahmat Tatema Halawa “Proyek Dinas Perindag di pasar Jepang, Kabupaten Nias Selatan yang dikerjakan beberapa bulan lalu, sampai saat ini belum difungsikan, tampak sekeliling proyek belum siap dengan baik karena masih menunggu tambahan anggaran untuk menyelesaikan proyek tersebut baru dapat difungsikan”, tuturnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (perindag) F Martin Ley saat dikonfirmasi oleh beberapa media di Kantornya kilometer 7 Kecamatan Fanayama Senin 13/05/2019 menyampaikan, terkait pelaksanaan pembangunan Los Pekan di Pasar jepang dari Dinas Perindak saya sebagai Kepala Dinas sudah memanggil PPK untuk memerintahkan Rekanan supaya segera malaksanakan pekerjaanya yang sudah rusak.
Diminta kepada Dinas terkait lebih jeli dan memperhatikan pengerjaan proyek Pemerintah di Pasar Jepang Nias Selatan, dan tidak memberi proyek kepada rekanan yang mengabaikan pekerjaan fisik, belum digunakan masih dalam pemeliharaan sudah tampak rembesan air di beberapa titik plafon karena atap / seng bocor. (sit duha)




Discussion about this post