Dua bendung di Kabupaten Tapanuli Utara yakni, Nendung Aek Sigeaon di Kecamatan Sipoholon dan Bendung Sidilanitano di Kecamatan Siborongborong sampai sekarang belum serah terima dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumut kepada Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumut.
Dikatakan, pihak BWS dan Dinas SDA sudah pernah melakukan pertemuan satu untuk membahas serah terima kedua bendung tersebut termasuk bendung Sitampurak di Tapteng dan semuanya di data.
Akan tetapi karena ada beberapa kerusakan, yang tentunya pihak BWS harus mengetahui dan harus melakukan perbaikan, tambah Amir.
“Jangan pula diserahkan barang rusak, dibilang pula nantinya barang bagus” ujar Amir.
Untuk itu menurut Amir, masih disusun jadwal untuk kelapangan bersama untuk memeriksa bersama. Disamping kedua bendung tersebut masih ada proyek tahap kedua.
Diketahui dua bendung yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara yaitu bendung Aek sigeaon dan bendung Sidilanitano terlihat sudah terbengkalai seperti tidak bertuan.
Terpantau kedua bendung tersebut tidak terpelihara. Dibeberapa titik bangunan sudah mengalami keretakan yang berpotensi rubuh.
Alat pemutar(setiur) untuk pintu pembatas aliran air sudah hilang. Rumah pos jaga pun penuh semak belukar.
(Maju Simanungkalit)




Discussion about this post