Kecelakan melibatkan Truk kontainer milik PT Sumatera Tobaco Trading Company (STTC) yang membawa bungkus rokok dengan kereta api pada Sabtu (22/6/) di Jalan Tambun Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Truk kontainer dengan merek Hino berwarna hijau ini bertabrakan dengan kreta api tangki kosong yang datang dari Siantar arah Medan.
Seorang warga yang ditemui di lokasi Surianda (16) menyampaikan kepada wartawan, saat kejadian naas itu pengemudi truk menghiraukan adanya kereta api yang melintas. Padahal sudah terdengar bunyi klakson kereta api yang datang tersebut.
Bahkan katanya warga sudah memperingati supir truk untuk tidak melintas.
“Aku sama kawan sudah teriak, ada kereta api. Tapi supirnya tetap melintas. Langsung ditabrak kereta apilah,”ujarnya.
Kereta api itu pun menabrak bagian belakang truk kontanier.
“Suranya kencang. Truknya terhempas. Material truk juga terhempas jauh,”katanya.
Kejadian tersebut pum mengakibatkan kontainer dalam posisi terlempar ke parit depan rumah warga. Sementara akibat tersangkut ke bagian truk, kabel telkom tampak terputus di sekitar lokasi .
Setengah box kontainer tampak terbuka. Material kontainer yang yang berbahan dasar seng tercampak hingga 30 meter.
Tak lama Petugas dari PT STTC datang dengan membawa mobil derek untuk mengangkat kontainer yang mengalami kecelakaan.
Kejadian ini juga didug dipicu tidak ada portal atau pun palang pemberitahuan di perlintasan kereta api itu.
Lurah Tambun Nabolon Tedi Trianto Sitepu mengaku ini sudah terjadi dua kali. Ia mengungkapkan tidak ada rambu sebagai penyebab utama terjadi kecelakaan.
Saat disinggung tentang pengajuan plang atau pun rambu kereta api, Tedi mengatakan tidak tahu cara mengajukan pengadaan portal.
“Saya gak tahu bagaimana cara untuk mengajukan plang. Ini sudah kejadian yang ke dua kali,”ujarnya.




Discussion about this post