Setelah dirawat hampir tujuh bulan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, kondisi bayi kembar siam, anak ketiga dan keempat dari Pasangan Juliadi Silitonga dan Nurida Sihombing asal Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara itu kini tumbuh sehat.
Rencananya terhadap bayi tersebut akan dilakukan operasi pemisahan. Namun saat ini pihak rumah sakit belum menetapkan waktu tepatnya.
Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, Kepada Newscorner.id Selasa (25/6) malam terrkait kesehatan bayi tersebut secara umum baik. Berat badannya pun kini hampir mencapai 17 Kg.
” Kalau rencana pemisahan bayi kita sedang persiapkan dan dibentuk tim penanganan. Kan itu butuh persiapan yang sangat matang dan melibatkan banyak bagian. Tim sudah dibentuk beberapa bulan lalu, dan sudah beberapa kali rapat. Namun sejauh ini kita belum menentukan tanggal, ” sebutnya.
Namun sejauh ini ada kendala yang dihadapi pihak rumah sakit, di mana seiring bertambah usia sang bayi, bertambah pula tingkat kebutuhannya. Rosario Dorothy Simanjuntak mengaku, jika pihak rumah sakit memiliki kendala menyangkut kebutuhan sehari-hari dari sang bayi kembar siam.
“Kebutuhan itu mulai dari penggunaan pampers yang semakin tinggi karena seiring usianya siklus buang air juga kan bertambah.Minyak telon, tisu basah dan lainnya. Kebutuhan umum tersebut, sebetulnya tidak ditanggung oleh pihak rumah sakit atau BPJS,” sebutnya.
Selama ini kata Dorothy sejumlah perawat dan petugas medis di sana lah yang merogoh sakunya untuk membeli kebutuhan bayi tersebut. Di mana orangtua bayi pun tergolong kurang mampu dan bahkan jarang berada di rumah sakit.
“Selama ini ya perawat lah yang nalangin, tapi ya sampai kapan bisa begitu,” sebutya.
Ditambahkannya “Kalau susu memang dari rumah sakit, tapi paling rutin adalah pampers. Beda dengan bayi kembar siam Sahira dan Fahira tahun 2017 lalu, memang orang tuanya yang menyediakan semuanya”.
Ia juga menyampaikan kalau orangtua bayi kembar siam Adam dan Malik tak selalu di rumah sakit karena sang ibu Nurida Sihombing memiliki dua anak kecil lainnya yang harus ia rawat. Sementara ayahnya Juliadi Silitonga bila di Medan ia tak memiliki pekerjaan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga.
“Jadi kita harapkan Pemerintah Taput agar berkenan untuk memperhatikan warganya ini,” harapnya.
Pihaknya pun berharap agar ada keluarga yang dengan rutin menjaga bayi kembar siam tersebut. Hal itu juga akan memudahkan pihak rumah sakit berkoordinasi dengan keluarga terutama saat harus mengambil tindakan medis.
“Rencananya juga kan dalam waktu dekat akan dilakukan operasi pemisahan karena usia bayi sudah cukup,” harapnya.
Bayi kembar siam asal Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara itu lahir pada 22 November 2018 silam dan dirujuk dari RSUD Sibolga ke RSUP Haji Adam Malik.
Direktur RSUP Haji Adam Malik, dr. Bambang Prabowo, M.Kes. kepada Newscorner.id juga menyampaikan pihaknya akan sangat berterima kasih jika ada yang bisa menjadi donatur atas anak tersebut.
“Kami ada senang kalau ada donatur yg mau membantu. Khususnya dari Pemda tempat anak anak tersebut berasal. Hanya untuk kebutuhan sehari-hari anak saja. Masalah operasi pemisahan akan segera dilakukan setelah tim medis memutuskan,” sebutnya. (Rivay Bakkara)




Discussion about this post