Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda NEWS Nasional
Benarkah Isu SARA dan Rasisme Telah Merasuk Hingga Sekolah Dasar? Dituliskan tentang sekolah di Jakarta oleh netizen. Hoax???

Benarkah Isu SARA dan Rasisme Telah Merasuk Hingga Sekolah Dasar? Dituliskan tentang sekolah di Jakarta oleh netizen. Hoax???

Editor: NEWSCORNER.ID
31 Oktober 2017 | 03:33 WIB
in Nasional, NEWS, VIRAL
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Postingan Bearo Zalukhu seorang pengguna Facebook tentang radikalisme dan isu sara yang telah masuk ke tingkat sekolah dasar beredar luas di  media sosial.

Dalam postingan poto dan tulisan yang diunggahnya pada Senin (30/10) sekitar pukul 14.27 WIB tersebut. Ia mengisahkan tentang keponakannya yang sudah dua minggu terakhir tidak mau bersekolah.

Dalam tulisannya Bearo menyampaikan bahwa ia mendapati keponakannya tidak bersekolah dan mengalami bengkak pada tangannya.

Dari hasil percakapannya dengan orang tua si anak dan anak tersebut, dia pun mengetahui penyebabnya.

“Kenapa? tanya saya, telapak tangan bastian di perlihatkan kepada saya, sudah bengkak, tanya saya kenapa tanganya, jawab mamanya, di tusuk sama teman temanya pakai pena.

Benarkah Isu SARA dan Rasisme Telah Merasuk Hingga Sekolah Dasar? Dituliskan tentang sekolah di Jakarta oleh netizen. Hoax???

Loh kenapa? mama JSZ baru ceritakan kepada saya semua, semenjak kejadian kasus Ah*k hingga kini di sempurnakan oleh “Kata Primbumi” anaknya di sebut sebut sebagai ah*k disekolahnya, teman temanya juga mengatakan bunuh ah*k yakni JSZ, sebagai ah*k di kelasnya,” beber Bearo dalam tulisannya.

Parahnya menurut penuturan Bearo dalam tulisan,  kejadian lain masih dialami oleh anak tersebut dan disaksikan langsung oleh mamanya. Perlakuan tak adil yang dialami JSZ, siswa  kelas empat sekolah dasar SDN 16 CIRACAS, Pasar Rebo, Jakarta Timur ini sudah untuik kesekian kalinya.

“Mamanya juga menyaksikan anak di tonjok di dalam barisan, guru diam saja di depan saat upacara berlangsung, mamanya pernah menyaksikan anaknya di masuk pasir tanah didalam bajunya lewat kerak baju bagian belakang oleh anak anak yang lain, tulisnya

Tulisan pada laman facebooknya yang ditujukan kepada Persiden, Kepolisian Republik Indonesia, Menteri Pendidikan, Gubernur DKI, KPAI, Media cetak dan media eletronik ini pun telah dibagikan ribuan kali oleh netizen.

Ribuan respon dan komentar pun dituliskan saling berbalasan dalam postingan tersebut. Postingan tersebut juga dibagikan kembali oleh Laman Facebook Denny Siregar,  salah seorang penggiat media sosial yang cukup dikenal kritis.

Berikut tulisan lengkap Bearo Zalukhu,

“Namanya: JSZ

Kelas IV SD – SDN 16 CIRACAS, Pasar Rebo – Jakarta Timur

Salam sejaterah untuk kita semua.

Yth: – Negara Republik Indonesia.

– Persiden RI Bpk. Jokowi Dodo.

– Kepolisian Republik Indonesia.

– Mentri Pendidikan Indonesia.

– Gubernur DKI Bpk. Anis.

– Komisi Perlindungan anak indonesia.

– Media cetak dan media Eletronik Indonesia

Izin melaporkan.

Radikal, Sara. sudah menyebar dikalangan anak anak sekolah dasar.

Hari ini 30 oktober 2017, saya dapat khabar yang sangat menyedihkan.

Dari Ponakan saya JSZ.

Pagi saya main kerumahnya tidak tau kenapa hati saya menyuruh saya datang kesana.

Setibanya saya di rumah bastian (nama panggil), masih duduk didalam rumah sambil memainkan tabletnya memberian tantenya “saya” tanyakan.

Nak ? Kenapa kamu tidak masuk sekolah, diam saja lalu jawab mamanya, bastian takut datang kesekolahnya.

Kenapa tanya saya, telapak tangan bastian di perlihatkan kepada saya, sudah bengkak, tanya saya kenapa tanganya, jawab mamanya, di tusuk sama teman temanya pakai pena.

Loh kenapa, mama bastian baru ceritakan kepada saya semua, semenjak kejadian kasus Ah*k hingga kini di sempurnakan oleh “Kata Primbumi” anaknya di sebut sebut sebagai ah*k disekolahnya, teman temanya juga mengatakan bunuh ah*k yakni JSZ, sebagai ah*k di kelasnya.

Mamanya juga menyaksikan anak di tonjok di dalam barisan, guru diam saja di depan saat upacara berlangsung, mamanya pernah menyaksikan anaknya di masuk pasir tanah didalam bajunya lewat kerak baju bagian belakang oleh anak anak yang lain.

Mamanya juga menyaksiakan anak di suruh menulis teras tempat ibadah, karena mereka pada saat itu mengambar didalam tempat ibadah, JSZ tidak boleh masuk didalam karena disuruh harus menjadi agama tertuntu dulu baru boleh masuk didalam kata teman temanya, dan pada saat itu guru pun menyaksikan.

Benarkah Isu SARA dan Rasisme Telah Merasuk Hingga Sekolah Dasar? Dituliskan tentang sekolah di Jakarta oleh netizen. Hoax???
Foto Profil Facebook Bearo Zalukhu

Apa lagi kalau mamanya tidak disitu..????

Hingga kini JSZ sudah dua minggu tidak pergi sekolah karena dia takut, entah bagaimana nanti nasib pendidikan ponakan saya ini.

Kemarin sore juga kejadian salah satu orang Tua anak anak sekelas JSZ, meneriakan mamanya JSZ dengan sebutan mama ah*k di jalan, jawab mama bastian sambil dekat sama ibu tersebut,

ada apa ibu, jawab ibu tersebut anakmu tadi berantam berdarah, lalu ada anak ibu tersebut mengatakan kepada ibunya, mama yang berantam bukan JSZ, JSZ aja sdh dua minggu tidak masuk sekolah. Lalu ibu tersebut pergi bgtu saja.

Saya menyuruh ibunya memberikan bukti video di rekam saja, biar bisa di proses lewat hukum, namun ini terhalang, karena ibunya tak memilik HP yang punya Camera dan anak sekolah juga tak dapat membawa hp di sekolah.

Saya menulis ini karena tak ada pembuktian, kami pihak kelurga tak bisa bertindak apa apa, Kejadian ini di Wilayah, ciracas, Pasar Rebo – Jaktim

Namun saya harap pemerintah pusat maupun daerah, dan pihak terkait, memberikan perhatiannya di sekolah sekolah Negeri khusus SD karena mengingat anak anak itu masih kecil, cepat trauma korbanya dan bagaimana pelakunya nanti bila anak anak ini sudah besar.

JSZ ini satu satunya anak yang beragama Kristen Katolik di kelasnya, Allah menciptakan dia dengan mata yang sipit dan putih, hingga dia mengalami bully, kekerasan, yang sangat keji oleh teman temanya.

Selain kepada pemerintah saya harap juga kepada gereja Katolik, yayasan sekolah Katolik untuk merundingkan permasalahan ini, saya rasa ponakan saya bukan satu satu korban bully,kekerasan di sekolah yang bermayoritas dan minoritas.

Dan semoga yayasan sekolah Katolik menerima ponakan saya sekolah, dengan keringanan,(kami lagi proses pemindahan), dan saya harap yayasan sekolah Katolik bersahabat bagi mereka yang kurang mampu.

semoga berbagai pihak terkait memikirkan apa yang terjadi ini, supaya anak anak lain tidak menjadi putus sekolah, tidak menjadi korban bully dan kekerasan di dalam lingkup sekolanya.

~Boni~” Demikian ditulikan aku facebook Bearo Zalukhu pada  halaman faceboknya.

Belum diketahui dengan pasti tentang kebenaran dan keabsahan postingan tersebut. Berbagai komentar dari netizen pun bermunculan. Pro dan kontra, sebagian lainnya meminta agar hal tersebut diusut tuntas.

Baik itu tentang motivasi pemosting dan kebenaran dari isi postingan tersebut.  Terlebih lagi jika hal yang disampaikan dalam postingan tersebut benar.

Banyak pula yang meminta pihak terkait agar segera memproses pihak sekolah secara hukum dan diselesaikan dengan cepat. Jika postingan tersebut adalah hoax maka sudah sepantasnya pula pihak berwajib mengamankannya.

Facebook  Bearo Zalukhu

 

Andy Victor Terlepas ini HOAX atau nyata, yang pasti untuk disadari bahwa kita adalah sesama manusia Indonesia yg memiliki hak asasi yg sama di negeri ini yg dilindungi oleh negara tanpa ada pengecualian. Semua kembali kepada mentalitas kita masing2, tak perlu harus ada perdebatan yg saling menyakiti satu sama lain. Silahkan mencari kebenaran yg sesungguhnya tanpa perlu mencecar kebenaran dari orang lain.

Philia Veronika Dicek tolong yg berada di Indonesia, beritanya udah smpe ke luar, miris lihatnya, anak2 masa dpan bangsa di bully begini (benar atau tidak saya alami sendiri)
belum ngalamin dibully bangsa lain sih, cintai Indonesiamu, Klo gak da lagi yg mau nampung balik2 jg ke Indo.

Philia Veronika Aq tinggal di Jerman, yg bully2 mslh agama sm anak2 itu aq udah alami ya waktu sekolah. makanya aq tulis yg di Indo tolong di cek. Tolonglah dibaca benar2 yg ditulis.
Gak perlu dibalas2 komentar org klo gak penting. Hoax ato enggak berita ini, tetap perlu diselidiki. Udah banyak kasusnya!

Edy Sahputra Itm Klian kok suka kali yg nyebarin berita hoax kyk gitu memang simiting on klian ni pasti kwnnya yg bermarga siregar yg mengaku pengarang itu ya jgn kayak gini memecah belah muslim dan kristen untuk yg buat berita ini coba inbox saya yg cuma ank kecil ne,jgn margabus ajalah kyk ikan gabus nanti lae.

Nikodemus Kristi N Ah,kamu juga suka baca nya kan.

Postingan tersebut kian beredar luas, netizen pun berharap hal tersebut segera mendapat klarifikasi dari pihak berwenang.(Vay)

Tags: berita nasionalinfo nasionaljokowi

Discussion about this post

Berita Terbaru

MEDAN CORNER

Seluruh Korban Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Berhasil Dievakuasi

21 Juli 2026 | 21:10 WIB
NEWS

PLN UP3 Pematangsiantar Hadirkan Terang dan Kepedulian, GM PLN UID Sumut Nyalakan 13 Sambungan Listrik Gratis dan Salurkan Bantuan Xtra Care

21 Juli 2026 | 19:03 WIB
NEWS

Wagub Sumut Dengarkan Mimpi Anak-anak Nias, Dorong Revitalisasi UPTD Pelayanan Sosial Anak Gunungsitoli

21 Juli 2026 | 10:51 WIB
Sumut

Respons Cepat Ledakan di Grand Polonia, Brimob Polda Sumut Kerahkan Puluhan Personel Elite Amankan Lokasi

20 Juli 2026 | 19:39 WIB
NEWS

Surat Audensi Resmi Diabaikan, ALAMI Pertanyakan Komitmen Keterbukaan PT KIM

20 Juli 2026 | 17:59 WIB
NEWS

IDI Pematangsiantar-Simalungun Perkuat Sinergi dengan Pemko, Wesly Silalahi Siap Hadiri Pelantikan Pengurus Baru

20 Juli 2026 | 17:24 WIB
MEDAN CORNER

Pegawai SPA Sekaligus Pengedar Happy Water Disergap Polisi di Jalan Mistar Medan

20 Juli 2026 | 15:01 WIB
MEDAN CORNER

Brimob Polda Sumut Sambut Kepulangan Satgas Yonif 126/KC, Perkuat Sinergi TNI-Polri Hormati Pengabdian Prajurit Perbatasan

20 Juli 2026 | 10:41 WIB
Siantar

Dandim 0207/Simalungun Pimpin Penutupan Festival Rakyat, Nobar Final Piala Dunia 2026 Pecah Dihadiri 1.500 Penonton

20 Juli 2026 | 05:33 WIB
MEDAN CORNER

30 Personel Brimob Polda Sumut Diterjunkan, Nobar Piala Dunia 2026 di Belawan Berlangsung Aman dan Kondusif

20 Juli 2026 | 02:51 WIB
Siantar

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Semarakkan Festival Rakyat, Pemko Perkuat Sinergi Wujudkan Kota Sehat dan Penuh Kebersamaan

19 Juli 2026 | 10:27 WIB
MEDAN CORNER

Brimob Polda Sumut dan Polrestabes Medan Gelar Patroli KRYD Semalam Suntuk, Sikat Balap Liar hingga Geng Motor

19 Juli 2026 | 01:53 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport