Kabupaten Tanah Karo memiliki objek wisata yang menarik. Mulai dari alam pegunungan, Sinabung “Volcano Park”, pemandian air panas (hot spring), Air Terjun Sipiso-Piso, danau, hutan dan banyak objek-objek wisata lainnya.
Hari ini, Jumat (5/7/2019), Kabupaten Tanah Karo kembali menggelar Festival Bunga dan Buah (Fruit & Flower). Sesuai jadwal, acara ini akan berlangsung selama tiga hari (5-7) Juli 2019, bertempat di Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi.
Rangkaian kegiatan dalam event yang sudah digelar puluhan tahun ini pun beragam. Mulai dari pawai kontingen, karnaval mobil hias, merangkai bunga, penampilan tari tradisional Karo, menghias kuda tunggang, tarian massal, serta hiburan musik untuk rakyat.
Di sisi barat persis di Taman Mejuah-juah, ratusan tenda berdiri memamerkan produk andalannya. Beragam jenis bunga dan buah asli Tanah Karo pun menjadi stand favorit turis lokal maupun mancanegara untuk mengunjunginya.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur pun turun ambil bagian dalam festival tahun ini. Selamet Sugianto, Kabag Perekonomian Kabupaten Jember mengatakan, ini adalah kali pertama mereka ambil bagian di sini.
“Kami ingin perkenalkan produk perkebunan asli Jember di sini. Ada Jeruk Pamelo, Kedelai Idah Mami, Nenas Madu dan banyak lainnya. Ada juga produk lainnya asli Jember yang sudah dijadikan dalam bentuk kemasan,” ujar Selamet.
Selamet bilang, beberapa produk andalan dari Jember kini sudah diimport ke Jepang. Nantinya, beragam buah dan hasil pertanian lainnya yang dipamerkan ini akan dijual, jika pengunjung hendak membelinya.
“Kita ingin perkenalkan kepada masyarakat luas, agar produk pertanian Jember lebih dikenal lagi,” ungkap Selamet.
Sama halnya dengan Pemkab Jember, komunitas petani dari Desa Seribu Bunga juga mengaku kali pertama turut ambil bagian dalam event kali ini.
Manikta br Ketaren (35) salah satu anggota kelompok tani ditemui di stand Kampung Bunga mengatakan, dia dan anggota kelompok tani lainnya memamerkan beragam jenis bunga, salah satunya Krisan.
“Event seperti ini banyak membantu bagi kami agar produk bunga yang kami tanam lebih dikenal. Harapannya pemerintah semakin memperhatiknlan petani bunga, agar kami bisa memasarkan buah dan bunga-bunga asli Tanah Karo semakin dikenal masyarakat,” ungkap Manikta.
Sekadar informasi, festival bunga dan buah ini adalah agenda rutin Pemkab Karo setiap tahunnya. Tercatat, ini adalah event ke-20 kalinya digelar. Pelaksanaan Festival Bunga dan Buah tahun ini akan ditekankan pada upaya mempromosikan atau memperkenalkan segenap potensi pertanian dan pariwisata untuk menjadi daya tarik wisatawan, selain memperkenalkan industri ekonomi kreatif, budaya, dan kearifan lokal lainnya.
Selain itu tentunya sebagai salah satu sarana pelestarian budaya Karo sekaligus filter terhadap budaya asing yang dapat mengikis nilai-nilai budaya lokal.(rel)




Discussion about this post