Ketua DPP PDIP Sukur Nababan mengingatkan agar seluruh kader dan pengurus tidak membangun kroni dan kerajaan keluarga.
“Siapapun nanti yang ditetapkan sebagai ketua, sekretaris dan bendahara, jangan membangun kroni. Jangan membangun kerajaan keluarga. Jangan jadikan partai untuk kepentingan pribadi,” tegasnya
Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (13/7).
Sukur berharap, kader dan jajaran pengurus PDIP dapat menyebar ke seluruh daerah.
“Di mana tokoh muda, tokoh pendidikan, agama, budaya, masyarakat, ambil! Saya yakin masih banyak anak-anak bangsa yang nasionalis,” jelasnya.
Sukur pun menyampaikan keprihatinannya terhadap intoleran yang mulai menyusup ke beberapa daerah.
“PDIP harus menjadi garda terdepan untuk mengatasinya. PDIP bukan komunis. Kita di sini bukan karena kita seragam, tapi karena kita sama, ideologi kita Pancasila. Itulah yang menyatukan kita,” paparnya.
Tak lupa, Sukur mengucapkan selamat kepada kader maupun pengurus partai yang duduk sebagai anggota legislatif.
“Selamat untuk kalian! Tapi, jangan sombong, jangan jumawa. Perjuangan kita masih panjang. Kita harus menang di pilkada 2020 dan pilpres 2024. Kader PDIP harus jadi presiden!” tegasnya.
Sukur meminta seluruh kader dan pengurus partai dapat bekerja dan berkarya. Bukan merebut kekuasaan.
“Bekerja itu bukan untuk merebut kekuasaan, tapi untuk membangun reputasi dan karya. Kalau reputasi dan karya baik, kekuasaan akan datang,” imbuhnya.
Konfercab PDIP di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangannolon, Kabupaten Simalungun pun mengjasilkan sejumlah nama yang dipercaya membesarkan dan mepertahankan apa yang sydah diraih partai.
Untuk Kota Pematangsiantar, Timbul Lingga sebagai ketua, Nurhayati sekretaris, dan Daniel Manangkas Silalahi sebagai bendahara.
Untuk Simalungun, Samrin Girsang ketua, Mariono sekretaris, dan Rospita Sitorus bendahara.
Sementara di Sibolga, Edi Polo sebagai ketua, Frangky sebagai sekretaris, dan Laosoki sebagai bendahara.
Kemudian di Tapteng, Horas sebagai ketua, Willy sebagai sekretaris, dan Camelia sebagai bendahara.
Selanjutnya, di Humbahas, Dosmar Banjarnahor sebagai ketua, Keppler sekretaris, dan Minter bendahara.
Di Tobasa, Mangatas Silaen sebagai ketua, Sahat sebagai sekretaris, dan Fernando sebagai bendahara.
Sedangkan di Taput, Nikson Nababan sebagai ketua, Ir Poltak sebagai sekretaris, dan Tiurma bendahara.
Di Samosir, Sorta sebagai ketua, Marcellinus sebagai sekretaris, dan Muda Sinaga sebagai bendahara.
Di Dairi, Resoalon sebagai ketua, Fitrianto sebagai sekretaris, dan Anwar Sani sebagai bendahara.
Terakhir, di Pakpak Bharat, Yandra sebagai ketua, Parulian sebagai sekretaris, dan Besly sebagai bendahara. (*)




Discussion about this post