Sekelompok masyarakat yang mengaku pendukung setia mantan Walikota Siantar Hulman Sitorus, Senin (15/7) melakukan aksi di depan kantor walikota.
Massa yang didominasi kaum ibu ini menyampaikan dukungannya atas kinerja polisi terhadap kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).
Mereka juga meminta kepolisian mengusut tuntas kasus OTT di Pemko Siantar tersebut hingga tingkat yang lebih tinggi. Aksi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut berjalan dengan damai.
Koordinator aksi Mulyadi mengatakan ini merupakan inisiatif dari masyarakat setelah kejadian OTT di Pemko Pematangsiantar. Ia mengharapkan pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di Kota
Pematangsiantar.
“Kami hanya sedikit sekitar 70 orang. Ibu-ibu mengajak buat aksi mendukung Polda. Kami berharap ini (OTT) berkelanjutan terus. Karena, Siantar ini tidak bersih dari korupsi,”katanya.
Mulyadi juga menilai terus melakukan dukungan untuk memberantas bentuk pungutan liar (pungli), korupsi, dan gratifikasi.
“Kami semua mendukung Pak Kapolda untuk memberantas korupsi. Niat kami hanya itu. Kami senang polisi melakukan OTT di Siantar,”ujarnya.
Sebelumnya Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktroat Kriminal Khusus (Dtkrimsus) Polda Sumut melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Siantar pada Jumat (12/7/2019). Polisi memboyong 16 pegawai BPKD Siantar sebagai saksi ke Polda Sumut. Polisi turut mengamankan barang bukti Rp 186 juta.
Sementara polisi telah menetapkan Kepala BPKD Siantar Adiaksa Purba dan Bendahara Erni Zendrato sebagai tersangka pemotongan fee insentif pajak pegawai sebesar 15 persen.




Discussion about this post