Gang Kelinci, salah satu judul lagu lawas. Tapi ini bukan Gang Kelinci di Jakarta. Melainkan di Jalan Madura Atas, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Gang Kelinci menjadi lokasi dibantainya Andrianto (22). Warga Afdeling IV, Nagori Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu bonyok dihajar warga, Kamis (18/7) sekitar pukul 18.30 WIB.
Andrianto dimassa setelah nekat menikam Purnama boru Limbong. Purnama merupakan orangtua Marlina, wanita yang dikenal Andrianto di jejaring sosial Facebook beberapa bulan lalu.
Setelah berkenalan, rupanya Andrianto jatuh cinta dengan Marlina. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Marlina mentah-mentah menolak cintanya. Andrianto pun kecewa dan sakit hati.
Dari kediamannya di Bah Jambi, Andrianto datang ke Pematangsiantar. Lalu menuju rumah yang dikontrak Marlina dan keluarganya, di Jalan Madura Atas.
Tak ada yang tahu Andrianto masuk ke rumah Purnama.
“Tiba-tiba kita dengar teriakan dari dalam rumah kontrakan. Pas kita lihat ada laki-laki lari keluar dari rumah itu,” kata seorang warga di lokasi kejadian.
Segera, sejumlah warga mengejar pria itu, yang kemudian diketahui bernama Andrianto.
Begitu Andrianto didapat, langsung dihajar hingga babak-belur.
“Pelaku kami tangkap di Gang Kelinci, terus kami hajarlah di situ. Dia pun ngaku baru menikam ibu yang ada di dalam rumah itu,” jelas warga lagi.
Sementara itu, personil Polsek Siantar Martoba dan Satuan Intelkam (Sat Intel) Polres Siantar yang menerima informasi dari warga, langsung menuju lokasi. Mereka mengamankan Andrianto dan sebilah pisau.
Sebelum dilakukan pemeriksaan, korban dan pelaku dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar guna mendapat perawatan medis.
Kepada wartawan, Andrianto mengaku nekat menikam Purnama Limbong karena sakit hati gegara cintanya ditolak Marlina, putri Purnama.
“Dia bilang keluargaku goblok. Nggak terima lah aku,” kata Andrianto.
Diterangkan Andrianto, setibanya ia di pusat Kota Pematangsiantar dari Bah Jambi, dengan menggunakan jasa ojek online, ia mendatangi Marlina.
Begitu tiba, ia memilih menyelinap ke dalam rumah.
“Aku langsung masuk ke kamar dan sembunyi di bawah kolong tempat tidur. Pas kulihat ada yang sholat, kupikir itu si Marlina. Langsung saja kutikam punggungnya. Lalu kusayat pahanya,” ungkap Andrianto. (*)




Discussion about this post