Sebuah video berdurasi sekitar 20 detik yang diunggah oleh akun facebook Joelo M viral dan mengundang kontoversi. Dalam video tersebut terlihat sejumlah pria dan wanita mengitari sesosok jasad dan bernyanyi sembari bergoyang.
Dalam video yang diunggah pada hari Selasa 16 July 2019 sekitar pukul 5.20 WIB tersebut terlihat orang orang di dalam video menyelempangkan kain ulos ( Kain khas Batak) di pundaknya. Diperkirakan acara tersebut adalah persemayaman seseorang dari suku Batak dengan usia yang sudah cukup lanjut saat meninggal dunia.
Sekitar empat hari ejak diunggah akun facebook Joelo M, postingan tersebut telah dibagikan lebih dari 6500 kali dan direspon sekitar 1500 serta dikomentari lebih dari 2000 an pengguna media sosial Facebook.
Video yang diposting dengan caption ” tradisi itu penting” menghasilkan banyak tanggapan dan penilaian dari netizen. Baik yang mengaku srebagai suku bBatak maupun yang bukan berasal dari suku tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebagian orang sangat menyayangkan adegan dan tampilan yang ada di dalam video tersebut dan menilai hal itu bukanlah budaya maupun tradisi Batak. Namun sebagian lainnya menilai hal tersebut bukanlah hal yang melanggar tatanan norma kebudayaan. Bahkan sebagian netizen malah menjadikannya bahan olok-olokan di kolom komentar yang disiapkan.
Belum didapat secara pasti, di mana dan kapan video itu diabadikan sebelumnya. Terkait apakah hal tersebut lazim dan pantas menurut norma dan tatanan kehidupan Suku Batak, netizen masih menyampaikan tanggapan beragam dan kontoversi.
Victor Ixnasius Saverius: Itu ga menghibur tp melecehkan orang tua atau saudara yg meninggal. Ga ada sejarahnya orang Batak nyanyi daging anjing saat ada yg meninggal. Ini mah orang-orang goblok yg tolol semua
Gw orang Batak dan ini bukan budaya Batak
Fransisca Boru Rumahorbo: Maff sebelumnya bagi” komen” diatas jgn taunya komen yg negatif nya aja. Saya 100%BATAK saya kasih tau ya
Knpa mereka berbuat seperti itu biar mereka tidak terlalu sedih terus dan kalau udh tua seperti itu yg meminggl emg kanya gitu tradisi kami
Ellen Siburian : Tradisi adat Batak kalau saur matua katanya nggak perlu sedih sedih lagi. tapi menurutku nggak harus begini jugalah….
Banyak lagu rohani, lagu buku ende atau kidung agung yg pantas kita nyanyikan utk menghantarkan orang tua kita kerumah bapak disurga. Yahhhhh sudahlah kalau dibahas pasti pro kontra.
Abraham Beltsazar Siregar: Batak memang gitu… klo orang tua meninggal dan meninggal nya karena tua, lalu anak nya berhasil semua kita anak” di larang bersedih, kita malah harus mengucap syukur, bikin pesta. Karena orang tua kita sudah berhasil melalui kehidupan kras di dunia ini dan kita yakin orang tua kita sudah ada dengan bapa yang di surga sana istirahat dengan bahagia menunggu anak” nya nanti pada waktu nya bergabung dan bersukacita lgi bersama.
Batak yang Kristen “karena saya Batak Kristen” sebagian besar masih seperti itu, tidak beda jauh dengan yg masih penganut kepercayaan… untuk yang protes knp lagu nya sayur kol, saya cuma mau bilang kita nih kan bukan keluarga mereka, bukan orang dekat. Kita tidak tau mungkin di hari” akhir beliau lagu itu selalu membuat dia tertawa jika di putar, sehingga di nyanyikan karena menjadi kenangan manis bagi mereka… saya juga punya kenangan manis bersama keluarga yg pasti menurut orang itu aneh dan tidak jelas… namun bagi kami itu berarti ???
Tambahan:
Ini TRADISI dan ADAT… kebetulan TRADISI ini memiliki nilai yang cocok dengan nilai kekristenan di mana kita percaya suatu saat nanti kita akan berkumpul kembali bersuka cita bersama orang” tercinta di surga sana jdi tidak perlu sedih dan harus bersyukur karena orang tua sudah menyelesaikan kehidupan ini dengan baik
Pemilik akun Facebook Victoria Sidabutar misalnya, salah seorang pengguna facebook yang menanggapinya dengan menuliskan buah pikirannya atas video itu dengan membagikannya di group facebook.
“Beginikah cara menghormati orangtua walaupun mereka yang meninggal telah menyandang predikat ; Saurmatua atau Maulibulung ???
Batak kebablasan..????
Bukan begini Budaya Batak???jangan katakan bahwa ini Budaya Batak..
Yang diajarkan oleh orangtua saya :
Jangan menangis berlebihan sebab orgtua pergi tak punya beban lagi sebab semua anaknya sudah kawin dan semua anaknya hidup.
Boleh manortor sebagai pengganti tangis..tp bukan dengan cara urakan begini..
Ini namanya : tidak menghormati orangtua.???,” tulisnya. (vay)

Discussion about this post