Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pematangsiantar, Jhonson Tambunan diminta agar dicopot dari jabatannya. Permintaan ini disampaikan massa dari Front Justice (FJ) saat menggelar unjukrasa di depan Mapolres Siantar, Kamis (25/7/2019) pagi.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Kordinator aksi, Praja mereka menyampaikan, Jhonson Tambunan sepertinya kebal hukum.
Diduga sudah beberapa kali dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dugaan korupsi, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan atas perkembangan laporan tersebut.
Banyak kasus yang diduga menjerat Jhonson Tambunan, seperti yang dilaporkan oleh Almasim dan ILAJ.
Massa aksi menyampaikan ada beberapa contoh kasus yang pernah dilaporkan mulai dari pembangunan jalan, Stadion Sangnawaluh hingga pembangunan Tugu Sangnawaluh yang baru-baru ini menjadi temuan BPK RI di Dinas PUPR Kota Pematangiantar sekitar Rp 6 miliar.
Selain itu Jhonson Tambunan juga diduga telah melakukan praktik monopoli proyek yang ada di djnas PUPR dengan memberikan proyek kepada saudara maupun anaknya.
Saat ini sedang dilakukan lelang jabatan yang masih Plt (Pelaksana tugas) disetiap pimpinan OPD. Namun disayangkan meski terindikasi korup, Jabatan Jhonson Tambunan sebagai Plt Kadis PUPR Kota Pematangsiantar tidak ikut serta dilelang.
Diduga ada kekuatan di belakang Jhonson dan juga sebagai ATM dari Hefriansyah selaku Walikota .
Untuk itu, FJ menuntut agar Walikota mencopot Jhonson Tambunan, Kejari dan Polres Siantar memproses seluruh laporan yang terkait Jhonson Tambunan serta mendukung Polres Siantar mengusut tuntas kasus korupsi yang ada di Kota Pematangsiantar, terkhusus di Dinas PUPR.
Sekitar pukul 10.00 WIB Front Justice melakukan aksi unjuk rasa ke Kejaksaan Negeri Kota Pematangsiantar dan Mapolres kota Pematangsiantar.
Aksi unjuk rasa ini menjadi sorotan ketika masa aksi tidak sampai pada jumlah yang begitu besar dikarenakan tujuan aksi kali ini hanya meminta konfirmasi atas laporan serta menginstruksikan pihak Kejaksaan Negeri Pematangsiantar untuk segera mengusut tuntas laporan atas dugaan korupsi ini.
” Kami hadir dengan masa yang tidak begitu besar karena tujuan kami hanyalah meminta konfirmasi dan kami menginstruksikan Kepala Kajari serta pihak-pihak kajari untuk segera mengusut tuntas laporan aduan terhadap saudara Jhonson Tambunan atas dugaan korupsinya dan mempublikasikan sudah sejauh mana proses nya” kata Praja selaku pimpinan aksi.
Pada aksi kali ini Front Justice tidak meminta tanggapan apapun dari pihak-pihak Kejaksaan Negeri Kota Pematangsiantar.
“Disini kami tidak akan meminta tanggapan apapun dari pihak Kajari Kota Pematangsiantar karena sudah lama bahkan berbulan-bulan pengaduan ini tidak diproses, apakah Kajari ada kaitan nya dengan saudara Jhonson Tambunan sehingga tidak ada titik terang bahkan respon apapun yang sampai pada saat ini ?” Sambung Orasi dari Cavin Tampubolon selaku Koordinator Lapangan.
Aksi unjukrasa berjalan dengan lancar dan tetap mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Terkait hal tersebut, hingga berita ini diterbitkan Newscorner .id masih berusaha untuk mendapatkan konfoirmasi dari Jhonson Tambunan.




Discussion about this post