Saat lima pejabat di Kota Pematangsiantar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi, sejumlah anak Punk yang bangga karena tidak mecuri uang rakyat dan negara Kamis (1/8) kunjungi Pematangsiantar.
Mereka tiba di Kota Pematangsiantar dan berkumpul di Lapangan H Adam Malik. Dari sana mereka langsung diamankan polisi dari Polsek Siantar Barat.
Saat dimasukkan ke dalam mobil patroli sembilann orang anak punk itu tidak melakukan perlawanan. Lalu mereka dibawa ke Polsek Siantar Barat dan didata identitasnya.
Dengan tampilan nyentrik, sembilan orang anak punk yakni, Candra Dwi Pamungkas (23), warga Tulung Agung, Arianto (27) warga Kota Jakarta, Yagan Adi (19) warga Kota Kendari, Suprianto (27) warga Palu, Sulawesi Tengah, Ribby Anggara (23) warga Kota Tangerang, Bima Galih Prakoso (23) warga Kota Kediri, Gandi Gantara (27) warga Kota Depok, Adelia Nurhidayah (22) warga Kota Jakarta, Dendi Syahputra (25) warga Kota Bogor itu datang dengan menumpang truk yang kosong muatannya.
Personel Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Barat, Aiptu Marlon Hutahaean kepada wartawan mengatakan, pihaknya sering melaksanakan razia rutin untuk mencegah tindak kejahatan.
“Mereka (Anak Punk) yang diamankan kita beri pembinaan dan menghimbau agar tidak melakukan aksi kejahatan yang merugikan orang lain,” ujarnya.
Salah seorang anak punk yang diamankan polisi yakni, Yagan Adi (19) asal Kendari, ketika diwawancarai menyampaikan, meski sering kali hidup di jalanan, mereka pantang melakukan tindak kriminal, seperti mencuri atau malak. Mereka lebih memilih untuk mengamen dalam mencari uang.
“Banyak hal yang bisa dilakukan, untuk cari duit Mas. Yang penting kami enggak nyolong duit negara,” ucapnya.
Dituturkan satu dari mereka, dengan menumpangi truk kosong mereka tiba di Siantar dan disambut teman sesama anak punk.
“Sebagian memang ada yang hidup di jalan, tapi sebagian punk ada yang punya usaha lain, seperti workshop sablon, distro, dan band,” jelasnya.
Merekapun mengaku tidak suka jika mereka dikait-kaitkan dengan pelaku kejahatan seperti copet, jambret atau kriminal lainnya.
“Kami cari duit sendiri, dengan mengamen,” tutur Yagan.
Setelah didata identitasnya merek, kesembilan anak punk yang diamankan tersebut kembali diantar ketempat semula mereka diamankan dengam mobil patroli Polsek Siantar Barat.




Discussion about this post