Sejumlah Mahasiswa Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang tergabung dalam Aliasi Cipayung, Selasa (27/8) sekitar pukul 10:30 WIB menggelar aksi solidaritas, sebagai bentuk penolakan Rasisme.
Aksi damai yang dilakukan pasca insiden kerusuhan rasisme terhadap warga Papua yang terjadi di sejumlah daerah pada beberapa waktu yang lalu. Aksi tersebut juga sebagai bentuk kebersamaan mahasiswa Kota Siantar dalam wujud penolakan rasisme.
Para mahasiswa ini, sengaja menggelar aksi solidaritas tersebut dengan membawa sepanduk dan poster dengan cara berjalan kaki, dijalan Sutomo, dan jalan Merdeka, para mahasiswa juga berharap, kondisi di Papua dapat segera kondusif dan normal kembali.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh mahasiswa menyebutkan, Negara Indonesia sebuah negara dengan ribuan gugusan pulau, ratusan bahasa dan masyarakat yang majemuk senantiasa menjunjung tinggi semangat persatuan dengan semboyan ” Bhineka Tunggal Ika”. Keberagaman adalah sebuah warisan multikultural yang hingga saat ini senantiasa dijaga.
Aliansi Cipayung Plus juga sangat menyayangkan tindakan yang berupa umpatan rasisme dan perilaku reprensif kepada mahasiswa Papua, di Surabaya, Jawa Timur yang mematiknya lahirnya keributan dan konflik ditengah masyarakat terutama Rakyat Papua.
” Mahawsiswa Siantar juga mengutuk keras tindakan oknum yang mengeluarkan umpatan rasisme kepada mahasiwa papua, dimana permsalah rasisme berdampak memecah belah persatuan bangsa Indonesia,” Kata Albon Samosir.
Terkait hak itu Aliansi Cipayung Plus Pematangsiantar yang terdiri dari belasan mahasiswa dari PMKRI, GMKI, PMII, LMND dan KUPIKIR, menyeruhkan kepada masyarakat agara tidak terperovokasi dengan adanya isu rasisme.
“Jadi ini aksi solidaritas mahasiswa siantar untuk papua, sekaligus sebagai pesan perdamaian kepada seluruh masyarakat indonesia, agar tidak terprvokasi akibat adanya isu isu rasisme dan juga tindakan reprensif, sehingg apabila terperovokasi akan mengakibatkan chaos,” ujar Alboin Samosir mengakiri. ( Hendri )




Discussion about this post