Dukungan dari warga Kota Pematangsiantar sangat diharapkan agar Persesi bisa meraih juara dalam Kompetisi Liga 3 Zona Sumatera Utara (Sumut). Harapan itu disampaikan Manajer Persesi Siantar Asner Silalahi, ketika mendampingi Chief Exsecutive Officer (CEO) Persesi Siantar, Jonner Binton Silaen, saat konfrensi pers di Warung Hitam Putih Jalan MH Sitorus Pematangsiantar, Sabtu (31/8).
Sepakbola, menurut Asner, termasuk industri menjanjikan, asalkan dikelola dengan baik.
“Namun, klub sepakbola membutuhkan biaya sangat besar untuk melahirkan pemain berprestasi,” katanya.
Bangkitnya Persesi Siantar, kata Asner, diharapkan menjadi cikal bakal berkembangnya sepakbola di Kota bermotto “Sapangambei Manoktok Hitei” ini.
Asner tidak memungkiri, agar sepakbola di Pematangsiantar bisa maju, dibutuhkan infrastruktur pendukung. Misalnya, stadion.
“Semoga Persesi Siantar bisa mengukir prestasi dan memberikan motivasi kepada generasi muda Siantar untuk meminati olahraga sepakbola,” tukas Asner.
Sementara itu, CEO Persesi Siantar, Jonner Binton Silaen, menerangkan, dalam menghadapi Kompetisi Liga 3 Zona Sumut, berbagai persiapan telah dilakukan. Bahkan beberapa pemain telah didatangkan dari luar daerah.
Sedangkan untuk posisi Direktur Teknik, telah didatangkan pelatih bertaraf internasional, yaitu Raja Isa dari Malaysia. Sedangkan pelatih kepala, dipercayakan kepada pelatih PS Tira U 20, Ahmad Zulkifli.
Guna menghadapi Liga 3 yang dibuka Minggu (1/9), Persesi Siantar mendaftarkan 25 pemain. pertandingan perdana digelar setelah acara pembukaan di Lapangan Mayjen Marjan Saragih, Kodim 0207/Simalungun.
Di Kompetisi Liga 3 Zona Sumut, Persesi berada di Pool D bersama Tobasa FC, RBS Padang Sidempuan, Sergai FC, Mandailing Raya FC, dan Batak United.
“Para pemain sudah ditentukan, tidak ada pemain titipan. Mereka merupakan hasil beberapa tahapan seleksi yang sudah dilakukan,” terang Jonner.
Asisten Pelatih Rahmad Zulfikar menambahkan, dalam menghadapi Kompetisi Liga 3 Zona Sumut, kelemahan yang selama ini terlihat saat latihan dan latih tanding telah dipoles.
Begitu juga kekompakan tim, Rahmad mengatakan kerja sama antar pemain sudah semakin kompak. Baik saat latihan maupun saat berada di bench.
“Persesi Siantar akan menerapkan formasi “empat tiga tiga” sebagai andalan. Namun formasi bisa berubah, tergantung kondisi dan lawan yang akan dihadapi,” pungkasnya.
Sedangkan Ilhamsyah, salah seorang pemain mengaku sangat nyaman bergabung diPersesi Siantar. Bagi Ilhamsyah, terpilih menjadi pemain di Persesi Siantar, merupakan kebanggaan.
“Bangga bisa jadi pemain Persesi. Karena bisa mengharumkan nama kampung halaman,” ucap Ilhamsyah. (*)




Discussion about this post