Kemampuan Kapolres Pematangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu dalam menjalankan tugas dan fungsinya “Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat” memang layak diacungi jempol. Polisi yang menyandang gelar akademis S.IK,M.Si ini mampu menciptakan kondusifitas di kota Pematangsiantar.
Hanya terhitung jam sejak sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjukrasa yang dinilai kurang sopan dan beretika saat acara sakral pelantikan Anggota DPRD Kota Pematangsiantar digelar, Kapolres langsung merangkul sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Siantar – Simalungun (AMSS).
Kapolres Pematangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu yang didampingi Wakapolres, Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, Kasat Sabhara dan sejumlah perwira lainnya menerima audiensi AMSS. Masing – masing
a. SISKA UTAMI SIBURIAN -Univ.Nomensen
b. SAPE SILALAHI – Univ.Nomensen
c. ANDRE SINAGA – Univ.Simalungun
d. ALBOIN SAMOSIR – Univ.Simalungun
e.PRAJA PANJAITAN – Univ.Simalungun
f.GADING SIMANGUNGSONG – Univ.Simalungun
g.MAY L.D SINAGA – Univ.STT HKBP
h.CHOTIBUL IMAM – Univ.Islam Sumatera Utara
Ketua Aliansi Mahasiswa Siantar – Simalungun (AMSS), Gading Simangunsong mewakili aliansinya pun berterimakasih telah diterima di Polres Pematangsiantar pada Selasa (3/9) sore.
Disampaikan Humas Polres Pematangsiantar, dalam pertemuan sekitar pukul 15.30 WIB tersebut Kapolres Pematangsiantar menyampaikan :
a. Ucapan terimakasih atas kedatangan dari Aliansi Mahasiswa Siantar Simalungun(AMSS) ke Polres Pematangsiantar.
b. Saya sampaikan kemarin bahwa segala aksi unjuk rasa yang sampai mengakibatkan chaos atau kerusuhan itu tidak beradab namun itu maksudnya untuk secara keseluruhan dan tidak beradap itu pengertian nya tidak mempunya sopan santun atau etika.
c. Menyampaikan bahwa mahasiswa yang diamankan di Kantor SPKT Polres Pematangsiantar tidak ada mendapat penganiayaan dan hanya diberikan pembinaan dan nasehat.
d. Menyampaikan pandangan bahwa kesalah pahaman ini terjadi dikarenakan aksi sorong mendorong yang mengakibatkan Kasat Binmas Polres Pematangsiantar dan anggota yang melihat terpaksa mengamankan 6(Enam) adik mahasiswa.
e. Jika ada adik – adik mahasiswa yang terluka akibat terjatuh saya akan membiayai biaya perobatan nya dan saya harap permasalahan ini tidak berkembang keluar dan jangan sampai di goreng pihak – pihak yang bertanggungjawab.
“Enam orang yang diamankan merupakan tindakan pengamanan terhadap objek vital maupun terhadap mahasiswa yang melaksanakan aksi. Dimana pada saat itu sedang dilaksanakannya pelantikan Anggota DPRD terpilih Kota Pematangsiantar. Terkait dengan aksi yang dikategorikan beradab atau tidak beradab, diharapkan kita agar tetap solid, bersabar dan tidak mudah terprovokasi, dan dalam melakkukan aksinya di muka umum kita harus tetap mengedepankan Sopan Santun, baik dalam berbicara maupun perbuatan,” sampainya.
Ketua Aliansi Mahasiswa Siantar – Simalungun (AMSS) Gading Simangunsong menyampaikan :
a. Menjelaskan bahwa dalam hal berunjuk rasa massa dan pihak kepolisian biasa dalam hal pergesekan.
b. Kejadian chaos kemarin tidak ada kami rencanakan dan kami juga tidak menyangka menjadi seperti ini masalahnya.
c. Teman ada yang sakit akibat terjatuh kemarin namun kami ucapkan terimaksih kepada Bapak Kapolres Pematangsiantar yang telah mau menerima kami dan bersedia memberikan pengobatan kepada rekan kami.
d. Sekarang kami tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar namun kami berharap masalah ini sama – sama kita luruskan dan kita klarifikasi.
Ketua Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Alboin Samosir menjelaskan :
a. Menduga jika ada dorongan dari barisan belakang kami yang bertujuan untuk memprovokasi kami dengan pihak Kepolisian.
b. Tujuan kami hanya ingin mengucapkan selamat kepada DPRD Kota Pematangsiantar yang baru dilantik dan memberikan brosur yang berisi tugas penting atau PR DPRD kedepannya yang dimana DPRD periode sebelumnya memiliki kinerja yang buruk.
c. Kami sangat berharap media sebagai perpanjang tangan kami namun sebaliknya sangat disayangkan berita yang beredar berbanding terbalik yang terjadi di lapangan dan isu ini menjadi di goreng pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab.




Discussion about this post